Welas
Kata welas umumnya lekat dengan kata asih menjadi welas asih. Umumnya welas asih dimaknai sebagai belas asih, rasa kasihan dan dorongan untuk membantu meringankan orang lain, serta sifat murah hati. Makna lainnya dari welas asih adalah rasa senasib sepenanggungan, ramah dan rendah hati, merasa tersentuh dan trenyuh, serta bersimpati.
Dalam filsafah hidup yang dianut orang Jawa sikap welas asih terhadap semua makhluk hidup ditanamkan dan dianjurkan. Manusia sebaiknya memiliki sifat welas kepada sesamanya, juga kepada makhluk hidup lainnya.
Sejatinya filsafah ini bukan hanya milik orang Jawa, karena sifat welas asih merupakan sikap yang universal, dimiliki dan diterapkan oleh semua manusia di muka bumi ini. Ketika menerapkan welas asih seyogyanya didasarkan atas rasa cinta kasih, bukan karena dorongan mendapatkan pujian atau keinginan mendapatkan balasan budi kelak.
Ketika seseorang menerapkan welas asih dalam kesehariannya, maka akan terpancar rasa cinta kasih dalam dirinya. Seperti pemancar radio, gelombang cinta kasih akan diterima oleh setiap makhluk hidup dan ada kemungkinan cinta kasih tersebut akan diterima dan disebarkan kembali, sehingga penerima kebaikan dan cinta kasih tersebut akan berlipat.
Praktik menjadi welas asih tidak mudah namun juga tidak sulit. Resepnya hanya menjadi manusia dan memiliki cinta kasih yang tulus.
Gambar dari buku Avocat
