Berubah

Berubah Kehidupan tak pernah stagnan. Selalu ada perubahan, meski perubahan itu sangat kecil dan kurang terdeteksi. Begitu juga dengan karakter dan kegemaran seseorang. Termasuk juga dengan tema tulisan. Selama hampir sebulan ini aku keluar dari zona nyamanku, menulis tentang spiritual dan hal-hal lain sesiai abjad, A-Z.

Sesuatu di luar kebiasaan itu tidak menyenangkan. Membuat muncul perasaan tidak nyaman. 

Ketika ikut menulis tentang spiritual dan hal-hal lain berkaitan dengan kehidupan, aku merasa ragu. Aku hanya orang biasa, tingkat spiritual bisa dikatakan masihlah dangkal, dan pengalaman hidupku juga begitu-begitu saja. Tapi kemudian entah kenapa aku tergerak menulis. Menuliskan hal-hal yang tebersit di benak. 

Tantangan berikutnya dari abjad. Sering kali aku kesulitan menemukan kata sesuai abjad. Aku mencari dari berbagai bahasa, Sansekerta, Inggris, Indonesia, dan Jawa, hingga aku menemukan kata yang terasa klik denganku saat itu. Aku terlambat mencoba, baru kata ‘F’, aku memberanikan ikut serta. Alhasil aku masih utang huruf ‘A-E’ 

Perubahan tema tulisan ini juga mengubah gaya menulisku dan juga mengubah gaya berpikirku. Tentu saja perubahan ini juga mengubah segmen pembaca dan jumlah pembaca. Aku paham tak semua menyukai tema-tema perenungan seperti ini. 

Tapi perubahan itu akan terus terjadi. Setelah tulisan dengan abjad ini berakhir, aku mungkin juga kembali menulis film dan hal-hal ringan lainnya. Atau aku kembali menulis dengan tema yang jauh dari kebiasaanku. 

Saat ini aku lagi jenuh menulis film, bercerita tentang kucing, dan sebagainya. Entahlah. Aku kesulitan menulis film di mana dulu terasa begitu mudah bagiku. Ketika aku memaksa menulisnya untuk mengikuti Pekan Film Indonesia di Kompasiana, aku merasa tertatih-tatih dengan aksara. Aku kesulitan menyampaikan apa yang ada di kepalaku. 

Berubah. Karena suatu perubahan di luar, seringkali orang juga dipaksa berubah, padahal ia merasa tak ingin dan tak nyaman. Perubahan ada kalanya juga sangat mendadak sehingga ia tak siap dan menerimanya dengan penuh kepahitan. 

Perubahan memang tak semuanya mengarah ke sesuatu yang positif. Ketika hal itu terjadi, masih ada kesempatan untuk berhenti sejenak dan balik badan. Segala sesuatu yang negatif akan merusak diri sendiri, perlahan-lahan ataupun secara drastis. 

Ketika suatu perubahan ke arah positif terjadi, langkahnya di awal memang terasa begitu sulit. Perjalanan terasa jauh dan terjal. Namun lambat-laun oase itu akan terlihat. Burung-burung dan semesta akan bernyanyi. Mereka juga akan menyemangati perubahanmu ke arah positif. Karena, ketika aku atau kamu berubah ke arah yang lebih baik, bukan hanya aku dan kamu yang menerima kebaikan dan manfaatnya, namun juga sekeliling dan alam semesta. 

Jadi, pastikan perubahanmu membawa dirimu ke tingkat yang lebih baik. 

~ oleh dewipuspasari pada Maret 29, 2024.

Tinggalkan komentar