Matahari dalam Badai Pasti Berlalu

MatahariTembang soundtrack dalam sebuah film menurutku sangat penting. Selain memberi nyawa dalam film dan mendramatisasi adegan-adegan dalam film, tembang soundtrack juga membantu mengenalkan dan mempromosikan sebuah film. Tak sedikit tembang soundtrack yang lebih populer dibandingkan filmnya. Salah satunya adalah Matahari yang menjadi soundtrack film Badai Pasti Berlalu

Tembang-tembang dalam film Badai Pasti Berlalu diciptakan aktor, sutradara, dan pencipta lagu legendaris bernama Eros Djarot. Ia adalah adik dari aktor terkenal Slamet Rahardjo yang turut berperan dalam film Badai Pasti Berlalu bersama Christine Hakim. Oh iya film ini disutradarai oleh Teguh Karya dan menjadi film yang sukses secara komersial dan kualitas. Film ini juga mengangkat nama Christine Hakim ke jajaran aktris papan atas. 

Badai Pasti Berlalu

Nah untuk film ini Eros Djarot menciptakan empat lagu. Ia memang berbakat dalam menciptakan lirik dan komposisi musik. Ia juga yang menciptakan lagu Rindu yang dipopulerkan oleh Fryda dan kemudian dibawakan ulang oleh Agnes Monica. 

Kembali ke tembang soundtrack Badai Pasti Berlalu, menurutku lagu paling epik adalah Matahari. Pada versi orisinil yakni tahun 1977, lagu ini dibawakan oleh Berlian Hutauruk dengan vokalnya yang memiliki nada tinggi dan powerful. Versi berikutnya dibawakan oleh Chrisye bersama
soprano Aning Katamsi.

Ketika aku mencari informasi tentang lagu ini aku menemukan info menarik. Rupanya Eros Djarot dibantu oleh Chrisye dan Yockie Suryo Prayogo untuk menciptakan lagu ikonik ini. Chrisye mengisi bas dan menjadi penyanyi layar. Sedangkan Yockie mengisi bagian keyboard, drum, dan piano. 

Kedua penyanyi ini sama-sama berhasil membawakan lagu ini. Epik. Versi keduanya sama-sama bagus dengan nuansa yang berbeda. Memang lirik dan musik lagu ini sudah bagus, sehingga ketika penyanyinya memiliki vokal dan penjiwaan yang baik maka lagunya makin luar biasa. Liriknya memiliki diksi yang indah. Sedangkan komposisi musiknya tidak pasaran dan enak didengar hingga sekarang. 

 

Pada versi Berlian Hutauruk, kita seperti mendengar cerita dan keluh kesah dari pihak pemeran utama. Ada dinamika dan perubahan emosi di sana. Intronya dengan piano lebih singkat dan lebih to the point. Bagian yang puncak pada lagu ini adalah bagian bridge disusul dengan vokal Berlian. Pada bagian inilah emosi lagu berasa di puncak. 

Sedangkan versi Chrisye yang diluncurkan tahun 1999 terdengar lebih epik dan megah, berkat komposisi musik yang lebih dinamis, usungan instrumen yang kaya, juga suara duet dari Aning dan suara latar para penyanyi pria yang indah. Nuansa etnik di sini kental dengan seruling dan alunan musik tradisional lainnya.

Chrisye tidak main-main membawakan lagu ini. Bahkan menurutku Matahari ini adalah lagu terbaik Chrisye versiku. Eros Djarot menggandeng banyak musisi di sini. Ia melakukan aransemen ulang bersama Erwin Gutawa. Erwin mengisi bagian gamelan, keyboard, seruling, dan krecek. Lalu ada Dewa Budjana mengisi sitar. Kemudian ada musik dari dumbek, rebana,  jembe, dan rebana dari Jalu P.  Bas dipegang oleh Yusuf. Sedangkan suara latar dibawakan oleh Impromptu. Alhasil lagu ini begitu kaya, megah, juga melodius. 

Ada banyak bagian yang kusuka dari versi Chrisye, baik dari kolaborasi vokal Chrisye dan Aning yang serasi, suara latar yang kompak dan tidak berlebihan. Musik etniknya yang harmonis. Juga bagian ketika Chrisye bergumam disusul vokal soprano Aning yang memikat. Wah kalau dengar versi live lagu ini mungkin aku bakal terharu. 

Aku suka kedua versi lagu Matahari. Sebuah lagu yang impresif dan meninggalkan kesan kuat hingga saat ini. Sebuah lagu soundtrack film Indonesia terbaik hingga saat ini. 

~ oleh dewipuspasari pada April 29, 2024.

Tinggalkan komentar