Karamel
Ketika gula pasir yang disangrai telah melunak dan berwarna kecokelatan, maka pada saat itulah menguar aroma yang khas. Manis, sedikit pahit, dengan aroma yang sedap dan menenangkan. Aroma karamel.
Karamel ini sedap untuk bahan kue ataupun dicampurkan ke dalam minuman. Meski hanya sesendok atau dua sendok, karamel ini memberikan cita rasa yang unik di sebuah kue ataupun minuman.
Entah apakah karena aku sedang merasai nikmat aroma karamel, sehingga saat itu aku menamai buku ini sebagai karamel. Ada salah satu tokohnya yang kuberi nama karamel, karena ia unik dan kehadirannya selalu memberikan kesan di hati orang-orang yang dijumpainya.
Omong-omong aku mulai kangen menulis buku kembali. Meski ya masih terbilang medioker, aku menikmati proses membuat buku dari awal, menatanya, hingga melihatnya jadi terangkai bersama sampulnya.
Ketika melihat buku Karamel ini masuk ke dalam rak perpustakaan, aku senang sekali. Siapa tahu ada yang terhibur ketika membaca baris demi baris cerita dalam buku tersebut.
Ah karamel, aku ingin membuatnya.
Tambahkan dua sendok gula, sangrai hingga ia kecokelatan dan mencair. Lalu tambahkan sedikit air dan aduk lagi hingga larut dan mengental. Siap digunakan.
