Cerah dan Hangat
Cuaca hari itu cerah dan hawa cukup hangat. Momen yang pas untuk berjalan-jalan. Segera kusiapkan tas ransel dan topi yang nyaman. Kuisi tas dengan tumbler berisi air, roti, pisang, payung, dan buku. Ya, meski nampak cerah, aku kuatir jika hujan mendadak muncul.
Ketika selesai mengenakan sepatu dan hendak berangkat, aku tertangkap basah oleh Nero, kucingku. Mukanya cemberut dan matanya seperti bertanya-tanya. Aku hendak ke mana?
Oh Nero aku ingin berjalan-jalan sendirian, hingga kakiku lelah dan badanku ingin kembali ke rumah. Mungkin sampai siang, atau malah sampai malam. Sekuatku saja.
Nero nampak marah. Ah ia pasti kesal aku tidak mengajaknya. Aku jadi malu dan kasihan. Ia pasti bosan menungguku di rumah dan hanya sendirian.
Kenapa Nero tidak kuajak?
Hari masih pagi dan cuaca begitu cerah. Kutambahkan makanan kucing dan wadah air untuk Nero di dalam tas.
Wajah Nero mulai ceria. Tatapan matanya begitu hangat.
Yuk Nero berangkat, let’s go!
