Kue Pukis

Kue pukisDulu waktu kecil, ayah suka membeli kue pukis. Rasanya istimewa, menggunakan susu sehingga aromanya sedap dan adonannya tidak terasa masam. Isiannya juga beragam. Ada cokelat, keju, misis cokelat, pisang, nanas, dan kornet. Aku sampai bingung memilihnya. Nah suatu ketika aku kangen makan pukis.

Di dekat SD ada penjual pukis yang mini. Rasanya gurih. Rasa misis cokelat dan keju sama-sama enak. Jika pagi hari, biasanya banyak yang antri membelinya.

Ada lagi penjual kue pukis yang berukuran lebih besar dan menggunakan susu. Harganya lebih mahal sedikit, sepuluh ribu dapat tiga.

Karena penasaran dengan rasanya, aku memesan dua pukis misis cokelat dan satu keju.

Petugasnya perempuan muda yang ramah dan periang. Karena baru dibuat maka lumayan lama menunggunya. Tapi tak apa-apa, aku dapat bonus melihat proses pembuatannya.

Sebenarnya cara membuatnya tak ada yang spesial. Maksudnya seperti membuat kue pukis biasa. Tapi aromanya sedap, mengalahkan bau polusi di sekitar.

Adonan kue pukis dimasukkan ke loyang pukis lalu ditutup hingga matang. Setelahnya diolesin margarin baru diberikan topping keju, misis, atau matcha. Baru kemudian siap dibungkus.

Kue pukis

Kue pukis

Kue pukis

Rasanya sedap. Aroma margarin dan kejunya membuatku ingin menghabiskannya. Meski belum seenak kue pukis masa kecil, namun kue pukis ini tak mengecewakan.

Lain waktu jajan lainnya ah.

~ oleh dewipuspasari pada Juli 29, 2024.

Tinggalkan komentar