Makin Banyak Pedagang Makanan, Ada Apa?
Aku suka jajan di dekat rumah. Hanya perlu berjalan sekitar tujuh ratus meter, ada banyak makanan yang bisa diicip. Ada nasi goreng gila, nasi warteg, masakan Padang, pecel lele, bubur ketan hitam, es degan, soto mie, ayam goreng, siomay, ketoprak, bakso, dan masih banyak lagi. Juga ada penjual nanas dan pisang. Tapi belakangan ada pedagang makanan baru bermunculan.
Menu makanan yang mereka jual kebanyakan. Paling nasi ayam dengan cabe merah atau cabe hijau. Juga ada yang menjual aneka menu penyetan. Lainnya menjual aneka dimsum, dan nasi padang. Yang membuatku heran, mereka membandrol makanan mereka yang tergolong murah untuk Jakarta, yakni menu paket sepuluh ribuan.
Aku pernah membelinya. Nasi dengan ikan goreng plus sambal dan lalapan bisa kudapatkan dengan sepuluh ribu rupiah. Lebih murah dibandingkan beli di warteg atau nasi padang langganan. Jika Pang meronta-ronta ingin makan ikan goreng dan aku tak punya stok ikan, aku rela berjalan kaki untuk membelikannya. Beli di aplikasi ojek online malah lumayan lebih mahal.
Hatiku bertanya-tanya, ada sesuatu yang terjadi dan ternyata aku menemukan jawabannya. Situasi ekonomi di Indonesia sedang tak baik-baik saja. Di beberapa tempat usaha sedang dilakukan pemutusan hubungan kerja. Duh sedihnya mendengarnya. Padahal mencari pekerjaan saat ini saja begitu susah.
Sebagian mereka yang di-PHK bisa segera mendapat pekerjaan. Namun selebihnya kesulitan, karena usia, karena latar belakang pendidikan, dan juga jumlah lowongan pekerjaan yang terbatas. Mau tak mau mereka pun memikirkan membuka usaha sendiri, seperti berjualan atau mendaftar sebagai mitra pengemudi.
Salah satu pekerjaan yang menjadi favorit adalah membuka warung makanan. Bisnis makanan menggiurkan dan pasarnya ada. Namun selain rasa yang enak, tempat dan harga juga menentukan. Mungkin karena itu harga pun menjadi alasan sehingga mereka rela menjual makanan dengan harga sepuluh ribu rupiah. Aku sih senang-senang saja karena ada banyak pilihan jika sedang malas masak.

Sepertinya fenomena ini bukan hanya dj Jakarta. Namun juga di kota-kota lainnya.
Semoga dagangan makanan mereka laris. Dan, semoga yang sedang berduka karena di-PHK bisa segera mendapatkan pekerjaan atau dimudahkan membuka usaha.
Gambar milik mba Ririn dan mba Ima
