Sekadar Cerita
Puspus hari ini sudah kembali muncul. Selang seminggu ini aku tidak ada semangat dan mood untuk menulis, nonton, atau pun membaca buku. Perhatianku tertuju ke kondisi negeri ini yang carut-marut. Aku juga cemas akan kucingku.
Membaca berita dan status di medsos membuatku trenyuh. Kondisi negeri ini sudah lama tak baik-baik saja dan semakin ke sini makin memburuk. Sepertinya rakyat yang selama ini diam sudah tak bisa lagi hanya bertopang dagu. Jika ingin ada perubahan, maka kita sendiri yang harus berjuang untuk itu.
Rasanya terharu dan juga was-was melihat aksi di berbagai daerah, yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Ada rasa takut dan kasihan ketika melihat tak sedikit yang luka-luka dan mendapat siksaan. Ya Tuhan belum hilang rasa sedih mengingat tragedi Kanjuruhan, kini hal tersebut terulang.
Kekerasan terhadap mereka yang lemah terus berulang. Baik kepada sesama manusia, lingkungan, juga terhadap flora dan fauna. Ketika bepergian ke Lampung, aku melihat kerusakan alam yang parah. Ah di mana-mana mereka yang serakah selalu menyepelekan alam dan menganggap alam hanya sumber daya yang bisa terus dieksploitasi untuk golongan mereka.
Perlakuan mereka juga sama kepada sesama manusia. Para oknum dan mereka yang serakah sering beranggapan mereka yang lemah tak bisa bersuara.
Aku hanya bisa berdoa agar Tuhan terus melindungi negeri ini dan rakyatnya. Yang jahat tunjukkanlah dan biarkan ia mendapat hukuman. Kebenaran juga moga-moga selalu menang.
Ketika mengobrol dengan kawan-kawan dari komunitas spiritual dan juga bercakap dengan ibu, ada yang istimewa dari bulan yang masuk Bulan Hantu dan Bulan Safar ini. Menurutku pada bulan hantu, makhluk dengan energi rendah bisa masuk ke dimensi manusia, sehingga keserakahan dan sifat-sifat yang buruk bisa masuk ke dalam diri mereka yang memiliki niat jahat.
Bulan Safar juga dikenal sebagai bulan yang sepi dan kosong. Ada mitos Jawa yang menyebutnya bulan sial dan penuh tolak bala, sehingga disarankan untuk banyak berdoa. Kemudian juga ada yang istilahnya Rebo Wekasan yang disebut-sebut bakal berlangsung pada 4 September 2024. Mitos bulan Safar sebagai bulan buruk tidak dikenal dalam agama Islam karena semua hari adalah baik. Namun, tetap disarankan untuk banyak berdoa kepada Tuhan YME.
Oh iya beberapa hari lalu juga ada full blue supermoon yang memberikan dampak baik bagi spiritual dan semesta. Dari hasil googling, dampak full blue supermoon akan berlangsung hingga tanggal 28 Agustus. Ada satu hal yang membuatku tercenung akan dampak dari energi ini yang sesuai dengan kondisi saat ini, yakni kebenaran akan terungkap. Ada kebangkitan spiritual masal dan perubahan yang mungkin mengejutkan.
Ehm semoga negeri ini baik-baik saja dan selalu dilindungi oleh-Nya. Semoga mereka yang jahat kepada sesama dan semesta akan segera terungkap.
Omong-omong tentang kucingku, satu anak Kemoceng yang bernama Popo hilang. Aku sedih sekali karena ia kucing yang aktif, gendut, dan punya bulu yang tebal. Sepertinya ia diambil orang. Semoga yang mengambil Popo bisa merawatnya dengan baik dan menghujaninya dengan kasih sayang.
Sementara si Panda yang kaki depannya lumpuh, rajin belajar berjalan. Jalannya masih goyah dan sering terjatuh, tapi kakinya yang lumpuh terus coba digerakkan olehnya dan kadang-kadang berhasil. Aku kasihan melihatnya. Apalagi kata dokter ada kemungkinan ia akan diamputasi jika kaki depannya itu benar-benar lumpuh agar tak mengganggu pergerakannya. Moga-moga kaki Panda bisa pulih dan ia bisa berjalan lebih stabil lagi ke depannya amiin.
Sepertinya itu saja uneg-unegku kali ini. Semoga hari ini banyak kabar baik bagi tanah air, semesta, dan kita semua. Semoga kebenaran selalu menang dan kita semua mendapat perlindungan dari-Nya.
