Cul Kami Muncul, Cul Kami Ucul
Di rumah saat ini ada tiga kucing kecil. Usia mereka mau dua bulanan. Mereka adalah Naura Jr, Opal Jr, dan Panda Cemong. Mereka aktif sekali meski ada yang masih sakit.
Para kucing di rumah sering kunamai sama dengan pendahulunya, seperti Opal, Panda, dan Naura. Mereka adalah kucing-kucing yang kusayang. Opal dan Naura senior telah meninggal. Sedangkan Panda hilang tanpa jejak.
Melihat Naura, Opal, dan Panda Cemong masa kini membuatku ingat pada mereka. Mereka waktu kecil juga manis dan nakal seperti tiga anak kucing ini.
Naura baru saja sembuh dari diare dan sakit mata. Ia masih harus minum probiotik agar pupnya normal. Sedangkan Panda Cemong selain diare, bagian kepalanya terluka. Seperti luka gigitan.
Awalnya lukanya mengering tapi kemudian terbuka lagi. Karena ia suka garuk maka lukanya tak kunjung sembuh. Terpaksa ia diberi corong kucing. Kasihan.
Meski kondisinya tak begitu fit, selain Opal tentunya, kedua anak kucing itu begitu lincah. Mereka ke sini dan ke sana begitu cepat.
Cul tiba-tiba mereka muncul depan pintu kamarku dan siap-siap mengacak-acak kamar jika pintuku terbuka. Cul mereka ucul alias kabur ketika aku mengeluarkan obat dan salep.
Setiap kali waktunya memberi obat dan salep, rasanya aku seperti hendak melakukan misi besar. Aku pun kejar-kejaran. Siap ditendang dan dicakar. Juga siap jika obat yang kusiapkan juga ditendang oleh mereka.
Ya setidaknya aku berolah raga, meski olah raganya kejar-kejaran agar mereka minum obat dan pakai salep.
Cul kami muncul
Cul kami ucul
