Ruang Bawah Tanah
Ketika bertandang ke rumah tetangga untuk arisan, aku melihat ada tangga menuju ke bawah. Melihat aku nampak penasaran dengan tangga tersebut, tetangga lainnya di sebelahku menjawab rasa ingin tahuku. Itu tangga menuju ruang bawah tanah. Wah, aku kagum sekaligus makin penasaran.
Rupanya tak hanya aku yang penasaran. Beberapa tetangga juga penasaran sehingga si tuan rumah mengajak mengintip ruang bawah tanahnya.
Rupanya ruang bawah tanahnya cukup luas. Di sana tetangga menggunakannya sebagai ruang mencuci dan perlengkapan.
Sampai di rumah aku penasaran bagaimana mereka membangun rumahnya. Apakah ruang bawah tanah tersebut yang dibangun pertama, baru ruang di atasnya?
Pada arisan berikutnya di gang sebelah, aku mendapati beberapa tetanggaku juga punya ruang bawah tanah. Ada yang menggunakan ruang bawah tanahnya sebagai dapur. Juga ada yang menggunakannya sebagai kamar.
Menariknya ruang bawah tanah itu jika dilihat dari gang sisi samping jadi seperti rumah lantai dasar. Jadi ketika pintu ruang bawah tanah itu dibuka di sisi lainnya, maka akan bertemu dengan rumah-rumah di seberangnya dengan posisi sebagai lantai dasar. Sungguh menarik.
Rupanya hal ini terjadi karena ada perbedaan ketinggian yang signifikan antara gang satu dan gang lainnya. Gang di belakang rumah-rumah tersebut jalannya menurun tajam sehingga jalan di gang lainnya nampak tinggi.
Ah itu menjawab pertanyaanku, mengapa rumah tetanggaku ada ruang bawah tanahnya.
Sumber gambar: pixabay/Piro4D
