Sampah, Alam, dan Suhu Bisa Berkaitan
Ketika membaca sebuah utas di X yang membahas tentang pengaruh timbunan sampah, gas amonia, efek rumah kaca, dan suhu udara, aku merasa hal tersebut logis. Kucoba cari tahu kaitan gas amonia dan gas yang bisa memicu efek rumah kaca. Dan, memang amonia adalah satu dari empat jenis gas utama pembentuk efek rumah kaca.
Amonia merupakan gas yang memiliki manfaat sebagai salah satu bahan pembuat pupuk dan plastik. Amonia juga ditengarai sebagai salah satu alternatif bahan bakar pada masa depan. Namun jenis gas ini sangat toksik, sungguh berbahaya bagi manusia.
Gas yang umumnya muncul di timbunan sampah adalah gas amonia. Semakin tinggi dan banyak timbunan sampah tentunya jumlah gas yang dihasilkan akan semakin banyak. Oleh karenanya pekerjaan sebagai pemulung berisiko tinggi dari sisi kesehatan.
Nah karena gas amonia menyumbang efek rumah kaca yang bisa berdampak pada kenaikan suhu udara, maka tempat-tempat yang punya tempah pembuangan sampah yang tidak diolah dengan baik bisa jadi suhunya lebih tinggi daripada suhu rata-rata daerah.
Ehm penjelasan ini logis sih. Tak heran jika suhu Bekasi lebih panas karena selain banyak kawasan industri juga ada tempat pembuangan sampah Bantar Gebang yang sungguh luas.
Dulu ada gagasan untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga sampah. Namun rupanya pembangkit listrik tenaga sampah memiliki banyak dampak negatif dari segi lingkungan dan kesehatan, selain modalnya yang juga besar. Oleh karena membahayakan bagi lingkungan dan kesehatan manusia dibandingkan keuntungannya, maka kemudian ada saran yang lebih baik yakni memilah sampah sejak awal, yakni di tingkat individu dan rumah tangga.
Sampah beling, sampah plastik, dan sampah organik dipisahkan. Demikian juga sampah elektronik. Memang kesannya menyulitkan, namun hal ini sebenarnya bermanfaat bagi lingkungan. Sampah botol plastik dan kaleng bisa didaur ulang atau dijual. Demikian pula dengan sampah kertas dan karton. Sedangkan sampah organik bisa dibuat kompos.
Dengan pemilahan sampah sejak di awal ini maka jumlah sampah sebelum dan sesudah dipilah akan menyusut. Memang kompos menghasilkan gas amonia, namun skalanya lebih kecil jika dibandingkan dengan sampah yang tertimbun dalam jumlah besar. Untuk skala gas amonia dalam rumah tangga (dari kompos) belum saya cari infonya.
Ya, sampah bisa pengaruh ke lingkungan, kesehatan, dan iklim. Untuk itu sebaiknya pengetahuan tentang masuk diperkenalkan sejak dini.
