Si Induk Kucing Bikin Panik

Si Clara beberapa kali bikin aku panik karena memindahkan anak-anaknya. Lokasi pemindahannya acak, membuatku harus menebak-nebak ke mana ia membawa anak-anaknya. Hari ini aku jengkel sekali ke dia.

Bagaimana tidak jengkel, salah satu anaknya sedang sakit mata. Kedua matanya tidak bisa melihat, ada bagian matanya yang bengkak.
Sakit mata itu juga imbas si Clara memindahkannya ke tempat yang berdebu. 

Hingga petang, si anak kucing baru dia yang ketemu. Mereka sudah ada di teras. Aku bingung bagaimana ia memindahkannya. Tapi si kucing buta belum terlihat. 

Aku berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Lalu lanjut ke loteng dan ke teras. Semuanya nihil. Aku panggil nama si Creamy tapi hingga tiga kali berkeliling ia tak kunjung ketemu. 

Terpikir untuk mencarinya di gang rumah dan sekeliling dengan berpayung. Hujan deras masih mengguyur. Aku kuatir si kucing buta kebingungan untuk mencari jalan pulang dengan basah kuyub. 

Saat aku mencuci piring di dapur, sayup-sayup aku mendengar suara kucing. Aku langsung bersemangat mencarinya lagi 

Akhirnya kutemukan ia di lorong sempit yang kotor di samping rumah. Ia kesulitan untuk keluar dari jeruji. Setelah beberapa kali percobaan, aku bisa mengambil si anak kucing. 

Si induk kucing kujewer dan kumarahi. Segera si anak kucing kusuapi makanan dan kemudian kubersihkan wajahnya. Ah matanya jadi tambah parah. Kasihan. 

~ oleh dewipuspasari pada Februari 27, 2025.

2 Tanggapan to “Si Induk Kucing Bikin Panik”

  1. Asal gak kanibal aja sih. Itu belum muncul instingnya, padahal anaknya sakit mata

Tinggalkan komentar