BloggerDay Ke-10: Ajak Blogger Kembali ke AKAR

Segala sesuatu awalnya tidak ada arti sama sekali, hingga kita memberi arti.” (dikutip dari presentasi Harry Wahyudi)

Sabtu, 22 Februari sejak pukul 12.00 WIB, aku sudah mulai menyiapkan gawai untuk mengikuti rangkaian acara BloggerDay 2025 yang tahun ini diselenggarakan secara hybrid. Salah satu materi yang berkesan adalah materi Blogger Hangout 89 yang bertemakan “Jalan Kreatif dengan Mengenal Diri”.

Materinya sebenarnya sederhana dan sudah pernah beberapa kali kudapatkan. Namun, materi ini menyentilku, membuatku teringat akan perjalanan hidupku yang membawaku sebagai blogger dan penulis hingga saat ini. Wah apa ya kiranya yang membuatku tergerak sebagai blogger?!

Pertanyaan reflektif ini kiranya selaras dengan tema BloggerDay yang ke-10 ini. Yaitu, “Meneguhkan Akar, Mengukir Jejak Digital”. Akar yang dimaksud di sini merupakan singkatan dari Aktif, Kreatif, Adaptif, dan Relevan.

Mengapa ya aku menjadi blogger? Jika aku menelusuri perjalananku aku jadi ingat masa-masa SMP dan SMA dulu ketika masih rajin mencatat kegiatan harian dalam buku diary. Buku tersebut seperti buku catatan biasa. Namun, di dalamnya ada banyak hal yang ketika kubaca saat ini membuatku senyum-senyum.

 

Dalam buku diary tersebut ada cerita sederhana tentang hal-hal yang membuatku gembira, sedih, bersemangat, dan lainnya. Aku bercerita tentang pengalamanku saat mengikuti lomba cerdas-cerdas. Kemudian bercerita tentang pengalaman liburan sekolah di Bali, dan seterusnya.

Saat berkuliah, aku juga punya diary, namun kuketik di notepad. Aku tak setiap hari membuat catatan di dalamnya. Ketika membaca catatan tersebut, aku bisa melihat aku pada masa lampau. Wah aku dulu pernah ke Bonbin, pernah ke museum di Surabaya, dan sebagainya.

Mungkin karena dulu aku gemar membuat catatan harian yang sekarang lazim disebut journaling, sehingga di satu momen tertentu aku kemudian tertarik untuk membuat blog. Dari sekadar catatan di Friendster kemudian membuat blog pribadi dan juga membuka akun di Kompasiana.

Dulu tulisan blogku semacam reportasi kegiatan. Aku pernah ke sini, pernah makan ini, aku suka akan buku ini dan film itu dan lain-lain. Baru kemudian karya fiksiku seperti puisi dan cerpen juga kemasukan. Ya, blogku aneka rupa. Campur-aduk. Apa saja yang ingin kutulis, ya kumasukkan.

Dulu setiap minggu sekali aku menulis di blog. Rasanya rindu jika lama tidak menulis. Kemudian frekuensi semakin meningkat, dari yang awalnya seminggu sekali kemudian menjadi dua hari sekali, hingga rutin setiap hari.

Ketika bergabung dengan Kompasiana lalu BloggerCrony dan komunitas lainnya, aku baru ngeh jika menjadi blogger itu membuka peluang banyak hal. Ada tulisan berbayar, diundang ke event tertentu, bisa membuat buku rame-rame, hingga menjadi narasumber sebuah acara. Ya, menjadi blogger rupanya menghasilkan.

Ada satu masa di mana aku bekerja keras menghasilkan uang dari blog. Saat itu pekerjaan sebagai konsultan TI juga lumayan padat, sehingga waktuku rasanya hanya untuk keperluan bekerja, menulis blog, dan berkomunitas. Tiba-tiba aku merasa burnout, kelelahan, dan merasa menulis blog menjadi beban. Pernah di satu titik aku merasa tiba-tiba tak bisa menulis. Otakku seperti kram. Aku susah sekali menulis.

Setelah frekuensi menulis kukurangi, akhirnya perlahan-lahan aku bisa lagi menjadikan kegiatan blog sebagai kegiatan refreshing yang menyenangkan. Blog adalah media jurnalingku. Meski ya tak semua kehidupan pribadiku kuceritakan di blog. Hal-hal privasi tetap tersimpan di lembaran-lembaran buku jurnal fisik dan di benakku.

Seperti kata Pak Harry Wahyudi yang merupakan Pembina Youth Skill Foundation, masih banyak ruang bagi blogger untuk mengembangkan kreativitas dan melebarkan sayapnya. Kesempatan itu terbuka lebar, asal jangan membatasi diri.

Namun, mimpi yang bisa tercapai menurut Pak Harry ada sejumlah kriteria yang harus terpenuhi. Mimpi yang bisa dicapai adalah mimpi yang terukur. Mimpi itu harus merupakan kebutuhan, ada hasrat, batasan waktu, detail dan spesifik, mimpi yang besar, bisa divisualisasikan, serta berupa kalimat yang positif.

Hal lainnya yang berkesan dalam BloggerDay ini tentu saja adalah sambutan dari para pembina BloggerCrony yaitu kak Wawa dan kak Satto, serta ketua dan para pengurus baru, salah satunya Fawwaz Ibrahim yang menjadi Direktur Eksekutif BCC. Hal lainnya yang menyenangkan adalah bertemu dengan kawan-kawan Blogger dari berbagai daerah, meski kali ini hanya secara hybrid.

Pesan dari acara BloggerDay juga berkesan tentang bagaimana blogger tetap relevan pada masa sekarang dan tahun-tahun mendatang. Ini bisa dilihat dari usia Komunitas Bloggercrony Indonesia, sebagai Komunitas Blogger Indonesia yang telah berusia 10 tahun dan akan terus eksis.

Dalam acara BloggerDay yang terselenggara dua hari di Saung Kampung Sawah ini pengisi acaranya ada banyak, termasuk mereka yang turut memberikan hadiah. Mereka adalah para BloggerPreneur, yaitu Zindo Mart yang merupakan toko aneka kurma, madu, dan oleh-oleh haji & umroh. Kemudian ada Buku Farida Pane yang menyediakan koleksi novel berbagai genre, dan spray deodoran tawas. Selain itu juga ada Kalium Milla Vanilla Hand Made Product, serta produk dekorasi dinding, tote bag, tumbler, gelas, dan pernak-pernik menarik dari Kamiya Project.

Dalam kegiatan BloggerDay ke-10 ini yang juga merayakan ulang tahun BloggerCrony yang telah berusia 10 tahun ada dukungan dari Yayasan Indah Berbagi yang merupakan lembaga non profit. Lembaga ini memiliki misi menjadi yayasan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Yayasan Indah Berbagi memiliki tujuan untuk melahirkan ekosistem yang memberdayakan masyarakat pedesaan melalui program-program di bidang ekonomi, sosial budaya, keagamaan, dan lingkungan. Yayasan yang berpusat di Parung, Bogor ini punya berbagai unit seperti Saung Kampung Sawah dan Warkop Boy. Unit usaha ini dikelola relawan yang sebagian keuntungan usaha untuk membiayai operasional yayasan.

Nah Saung Kampung Sawah punya paket komplit. Selain menyediakan makanan dan minuman yang sedap, unit usaha Yayasan sosial di kabupaten Bogor ini juga, memiliki fasilitas menginap dan meeting room, baik yang bernuansa pedesaan ataupun ruang rapat seperti pada umumnya.

Omong-omong dalam kegiatan perayaan HUT ke-10 BCC ini juga disampaikan bahwa kegiatan BloggerDay tidak lagi diadakan tiap tahun, namun tiap tiga tahun sekali. Tidak apa-apa sih, yang penting BloggerCrony tetap eksis dan mendorong para blogger untuk selalu aktif menulis dan berkontribusi ke sekeliling. Selamat ulang tahun BloggerCrony. Cie cie…sudah satu dekade nih.

~ oleh dewipuspasari pada Maret 30, 2025.

Tinggalkan komentar