Tradisi Lebaran ke Bioskop

Duh padahal tadi sudah pipis, tapi kenapa rasanya kebelet lagi ya, keluhku. Sebelum berangkat aku minum kopi biar tidak mengantuk. Tapi efeknya jadi sering buang air kecil. Sudah jam tayang film, tapi biasanya ada iklan dan lain-lain sekitaran 15 menit. Ketika masuk ke toilet, muncullah penyesalan. Antrian begitu panjang. Hiks.
Aku hampir telat masuk bioskop. Pas masuk film baru diputar. Studio hari Sabtu begitu penuh. Padahal studio ini termasuk besar. Rupanya nama SimpleMan dan Awi Suryadi masih berpengaruh. Banyak yang menyaksikan Pabrik Gula. Tinggal menyisakan bangku baris terdepan saja.
Tadi ketika masuk aku melihat antrian panjang membeli tiket di loket. Duh aku menyepelekan bioskop ini. Biasanya bioskop ini sepi banget pada hari-hari biasa. Kini ramenya luar biasa. Mungkin karena harga tiketnya juga lumayan murah. Libur lebaran masih Rp35 ribu. Termasuk murmer untuk ukuran Jabodetabek.
Awalnya kemarin aku berniat nonton maraton. Tapi gara-gara aku menyepelekan bioskop ini dan berniat go show, aku malah tidak kebagian kursi. Saat nonton Pabrik Gula akhirnya aku membeli tiket secara daring. Begitu juga hari ini ketika menyaksikan Jumbo dan Qodrat 2.
Omong-omong Jumbo hampir full house melulu tinggal beberapa kursi. Kondisi bangku Qodrat 2 juga sama. Penonton Pabrik Gula juga begitu banyak. Yang agak apes hanya Norma: Antara Mertua dan Menantu dan Komang.

Tradisi Lebaran di Bioskop
Omong-omong sebenarnya sudah ada tradisi berlebaran di bioskop. Biasanya orang-orang melakukan beberapa hal yang umum selama lebaran, yakni sholat Id, silaturahmi atau halal bihalal, makan bakso, ke makam, dan kemudian rekreasi ke tempat wisata atau ke bioskop. Hehehe aku juga melakukan itu semua.
Karena tradisi itu maka tak heran jika bioskop begitu rame saat libur lebaran. Tak heran jika banyak rumah produksi yang antri berupaya agar filmnya masuk sebagai film lebaran. Peluang mendapatkan penonton satu juta lebih mudah.
Masih ingat kan bagaimana ramenya penonton KKN di Desa Penari pada tahun 2022. Sepertinya kondisi tahun ini agak-agak mirip. Bioskop rame oleh penonton anak-anak dan dewasa.
Ya, banyak banget penonton anak-anak tahun ini. Mereka asyik berkejaran di lobi bioskop. Main-main di lorong dan ikut antri di toilet. Ulah mereka lucu-lucu sih. Mereka rupanya mengincar film Jumbo. Meski ada juga orang tua yang egois mengajak mereka nonton Pabrik Gula dan Qodrat 2. Duh apa mereka nggak kuatir anaknya trauma sholat ya?!
Tahun ini bioskop cerdik. Ada lima film yang beragam genre, dari animasi segala umur, film horor untuk remaja dan dewasa, juga film drama romantis, dan drama yang cocok untuk melampiaskan marah-marah. Ada Pabrik Gula, Komang, Jumbo, Norma, dan Qodrat 2.
Oleh karena kapok antri ke toilet, akhirnya setelah film berakhir aku langsung menuju toilet di lantai bawah. Hehehe sepi deh. Tidak banyak antrian. Eh hari Minggunya strategiku juga banyak digunakan. Mulai banyak juga yang menggunakan toilet di bawah karena antrian mengular di toilet bioskop.
Kalian sudah nonton film lebaran apa saja?

Terkait
~ oleh dewipuspasari pada April 6, 2025.
Ditulis dalam Diary Istri Upik
Tag: Berlebaran ke bioskop, Lebaran di bioskop, Tradisi lebaran ke bioskop
