Astaga Kemoceng Hamil

Kemoceng pada Januari akhir kubawa ke klinik untuk disteril. Ditolak. Aku memohon-mohon karena sudah ada ancaman si Kemoceng bakal dikembalikan ke jalanan jika ia punya anak lagi. Ia sudah melahirkan dua kali di rumahku dan kini anaknya sudah tiga yang hidup. Tapi permohonanku tetap ditolak.

Kata pihak klinik si Kemoceng telah tua. Usianya diperkirakan sudah tujuh tahun lebih.

Aku tak mengira Kemoceng setua itu. Ia jadi gelandangan dan sering muncul di gang kami mungkin 1-2 tahun terakhir. Kemudian ia dengan santainya melahirkan di rumahku. Sekali eh dua kali. Anak-anaknya ada Cemong, Opal junior, dan Kwak.

Kata dokter di klinik tersebut risiko ia disteril akan besar karena usianya sudah tua. Ehm aku kecewa. Aku bingung.

Kini ia hamil dan karena badannya besar, perutnya juga nampak begitu besar. Duh isi berapa anak itu ya.

Aku sudah kewalahan mengasuh kucing. Selain 11 kucing di rumah, ada tiga kucing tamu yang suka singgah, bahkan lebih. Jika Kemoceng melahirkan bakal nambah berapa lagi nih kucing di rumah hiks.

Aku berharap Kemoceng melahirkan di tempat lain. Kasihan juga si Kemoceng seandainya ia dan anak-anaknya kembali ke jalanan. Wah terancam jadi kucing gelandangan lagi nih.

~ oleh dewipuspasari pada April 9, 2025.

Tinggalkan komentar