Puspa Dewi dan Gang Kelinci

Tembang berjudul Puspa Dewi pada bulan Oktober tahun lalu sering sekali kuputar. Aku merasa lagu ini aneh, namun juga bikin aku penasaran karena liriknya tak biasa. Mungkin karena nuansanya yang menurutku suram dan seram, maka lagu ini kemudian menjadi salah satu tembang soundtrack film horor berjudul Lentera Merah. Penelusuran dalam lagu ini membawaku ke versi orisinilnya yang ternyata dibawakan oleh Titiek Puspa.

Aku pernah mengulas lagu ini. Bisa dibaca di sini. Liriknya agak ambigu dan ketika mendengar versi asli lagu ini aku malah merinding. Gaya bernyanyi dan musik era 60-an, malah menguatkan atmosfer yang bikin tak nyaman.

Lagu berjudul Puspa Dewi populer tahun 1960-an hingga kemudian dinyanyikan oleh beberapa penyanyi. Apa mungkin gara-gara lagu ini, aku diberi nama Dewi Puspa ya hehehe. Atau mungkin karena ayah penggemar penyanyi Dewi Puspa. Entahlah.

Pada sebuah pameran musik yang pernah diadakan di Museum Kebangkitan Nasional tahun 2023 ada pojok tentang Titiek Puspa. Sayangnya aku hanya mengambil foto-foto sampul album dan dirinya. Narasinya malah terlewatkan.

Oma Titiek Puspa rupanya memiliki nama asli Sudarwati. Ia juga pernah berganti nama menjadi Kadarwati dan Sumarti. Jaman dulu memang lazim orang berganti nama agar nasib dan kondisi kesehatannya berubah. Punya nama panggung juga umum.

Jika melihat daftar lagu yang pernah dinyanyikan dan dibuat oleh Titiek Puspa, rupanya banyak yang kukenal. Lagu Gang Kelinci, misalnya. Lagu yang punya lirik lucu ini ternyata diciptakan oleh Titiek Puspa untuk dinyanyikan oleh Lilies Suryani.

Dulu kubayangkan lagu Gang Kelinci tentang suatu gang yang penuh dengan kelinci. Bagi anak-anak itu pasti sebuah oase yang menyenangkan. Bisa melihat anak-anak kelinci yang lucu dan menggemaskan. Eh ternyata isi lagunya tentang gang yang padat penduduk. 

Eyang Titiek Puspa memang multitalenta. Ia bisa menyanyi dan juga bisa menciptakan lagu. Kariernya di kancah perfilman dan pentas operet juga cukup cemerlang. Penampilannya yang kuingat adalah sebagai oma di Kisah Tiga Dara.

Malam ini aku mendengar lagu-lagu bekennya. Lirik lagu Titiek Puspa umumnya ceria, lucu, dan dibawakannya dengan centil. Lagu-lagu yang bikin tersenyum di antaranya Apanya Dong, Marilah Kemari, dan Romo Ono Maling yang dinyanyikan bareng Mamiek Prakoso. Lagunya bersama Giovanni  dan Zaskia yakni Menabung dulu juga populer di kalangan anak-anak.

Selain lagu yang ringan dan jenaka, Titiek Puspa juga punya lagu yang sendu. Lagu tersebut seperti Cinta dan Kupu-kupu Malam.

Penyanyi yang berusia 87 tahun ini juga punya tembang religi. Ada Allahu Akbar, Ya Allah Ya Tuhanku, dan Kembali Aku Pulang Kepadamu.

Kalian juga kusarankan mendengar lagu-lagu daerah dan keroncongnya. Gaya bernyanyi dan aransemennya asyik. Ada Bubuy Bulan, Bengawan Solo, Sepasang Mata Bola, Seruling Bambu, dan Buka Pintu

Omong-omong ada lagu tentang Taman MIni Indonesia Indah dengan judul Taman Mini. Aku baru mendengarnya nih di YouTube Music. Gaya bernyanyi dan musiknya unik, seperti bukan suara Titiek Puspa biasanya.

Setelah mendengar lagu-lagu Titiek Puspa dari berbagai masa, aku merasa oma adalah penyanyi yang piawai mengubah gaya bernyanyi dan suaranya, sesuai dengan pesan dan nuansa yang ingin disampaikan.

Sampai jumpa Oma Titiek Puspa. Selamat beristirahat dalam kedamaian.

~ oleh dewipuspasari pada April 10, 2025.

Tinggalkan komentar