Kucing Kecil Itu Ternyata Meninggal

Ketika pulang dari long weekend kemarin yang kuperiksa pertama adalah para kucing. Aku menitipkan mereka ke pak satpam. Ia membantu menjaga rumah dan memberi makan kucing. Kucek semua kucing, ada dua kucing yang tidak ada.


Kucing pertama adalah Kemoceng. Saat hendak pergi ia sudah hendak melahirkan. Perutnya begitu besar. Kuduga ia saat ini sudah melahirkan di suatu tempat. Entah ia tetap kembali ke rumahku atau tidak karena aslinya ia adalah kucing jalanan dan baru setahunan ini ia menetap ke rumahku. 

Kucing satunya adalah anak kucing hitam yang kutemukan di halaman. Sudah sekitar semingguan ia tinggal bersamaku. 

Awalnya ia hanya tidur di luar, tapi kemudian ia kubiarkan masuk ke dalam rumah. Tubuhnya kubersihkan dan kuberi makan teratur. Ia mulai nampak sehat. 

Ketika aku kembali hari Senin kuabsen semua kucing. Ketika kucing kecil itu tak ada aku mencarinya ke setiap ruangan dan ke loteng. Nihil. Aku mengira ia tak bisa masuk ke dalam rumah karena ia belum bisa menggunakan pintu kucing. Ada kemungkinan ia menjadi kucing jalanan lagi. 

Setiap pagi aku mencarinya. Kucari di lorong samping rumah. Kuperiksa juga di selokan. Aku kuatir ia terjatuh di selokan dan kesulitan naik. Sekali lagi kuperiksa lagi ke loteng. 

Perasaanku mulai tak enak ketika aku menemukan bau tak sedap. Bak kotoran kucing sudah kubersihkan. Rumah juga sudah kupel. Tapi aroma sedap masih ada saja. 

Kemudian muncul belatung. Perasaanku makin tak enak. Kusenteri kolong lemari dan sofa. Astaga aku menemukannya karena bulunya hitam aku tak menyadarinya. 

Aku sedih sekali. Seandainya aku menemukan lebih cepat apakah ia bakal selamat? Apakah ia sudah meninggal ketika aku pergi? 

Besok akan kumakamkan. Aku sedih sekali. Terakhir melihatnya ia sedang tiduran di sofa dan nampak nyaman. Aku merasa sungguh menyesal. 

~ oleh dewipuspasari pada April 24, 2025.

Tinggalkan komentar