Pemakaman Kucing dan Comfort Food

Aku memakamkan si kucing hitam tadi petang. Oleh karena kondisi jenazahnya sudah mulai terurai, aku pun menggali malamnya dulu, baru menyiapkan jenazahnya. Kutaburkan garam krosok untuk memperlambat laju penguraian, baru kumakamkan. Aku merasa hampa.

Meskipun hanya seminggu bersama si anak kucing berwarna hitam itu, aku merasa aman bersamanya. Waktu itu aku merasa ada sesuatu yang janggal di sekitarku karena kiri kanan dan seberang rumahku tak berpenghuni.

Ya kadang-kadang ada saja makhluk gaib yang main di kanan kiri rumah, apalagi kiri rumah yang sudah seperti reruntuhan dan gelap karena dibiarkan tak berlampu. Kehadiran mereka kadang membuatku tak nyaman. Entah kenapa si kucing hitam yang tiba-tiba muncul di halaman itu membuatku nyaman.

Ia sudah pergi. Setelah beberapa hari kucari aku begitu terkejut ketika menemukan kondisinya seperti itu. Semalam dan seharian tadi aku merasa hampa dan nelangsa. Aku jadi ingat aroma dan bulunya ketika ia duduk di pangkuanku.

Karena hampa dan lapar aku memasak comfort food yang kusuka. Kacang ijo dengan campuran susu dan santan plus gula merah. Kali ini tanpa roti tawar. Kumakan begitu saja ketika sudah matang. Ooh kacangnya masih kurang lunak.

Selamat tinggal kucing hitam. Terima kasih sudah memberiku rasa aman selama sepekan. Selamat beristirahat dengan damai di surga.

~ oleh dewipuspasari pada April 25, 2025.

Tinggalkan komentar