Apakah Kamu Membersihkan Kuping Kucingmu?

Ibuku bercerita ia tak suka kucing. Ia takut dengan kucing. Kuping kucing. Ia takut karena pernah melongok isinya. Wah apa semengerikan itu ya kuping kucing?

Kucing dari permukaan memang nampak imut menggemaskan. Tapi ketika memelihara kucing, kita jadi tahu sisi buruknya. Kita membersihkan kotorannya dan mungkin dari kita telah melihat hal-hal yang tak imut selama merawat mereka.

Mungkin karena sudah bertahun-tahun hidup dengan mereka, aku jadi berkompromi dengan segala kenakalan dan keburukan mereka. Meski ya kadang-kadang juga timbul rasa marah dan kesal jika mereka nakalnya berlebihan.

Tentang kuping kucing, menurutku tak jauh beda dengan manusia. Bentuknya kayak cangkang siput. Gara-gara dokter di klinik suka membersihkan kuping kucing, sekalian memeriksa apakah ada kutu kuping dan ada infeksi di sana, aku jadi meniru tindakan mereka. Aku suka membersihkan kuping kucing.

Aku tak pandai membersihkan kuping dengan pembersih kuping yang biasa untuk manusia. Aku memilih membersihkan kuping mereka dengan kapas atau tisu.

Kadang-kadang tisu agak kubasahi sedikit. Tapi Kucing-kucing suka ngambek dan tak nyaman. Jadinya kadang-kadang kuberi sedikit minyak atau krim yang aman untuk mereka. Seringnya tisu kering biasa.

Aku elus-elus mereka dulu biar mereka nyaman. Setelah itu baru deh kubersihkan kuping mereka. Biasanya ada saja kucing yang sensitif dan takut. Kupingnya langsung dikerutkan dan ditutup. Ada juga yang menendangku atau malah langsung lari terbirit-birit.

Kuping yang kotor kubersihkan beberapa kali hingga bersih. Jika ada yang agak basah karena infeksi makan kuberikan obat tetes kuping. Demikian jika kulihat si kucing terus garuk-garuk kupingnya, maka kuberikan obat tetes. Obat tetas ini panas di kulit dan membuat mereka tak nyaman.

Sejauh ini aku hanya membersihkan kuping. Dulu aku rajin memandikan. Tapi aku masih trauma karena kali terakhir aku lumayan babak belur ketika memandikan mereka. Hehehe lebai ya. Intinya aku lumayan kesakitan digigit dan ditendang mereka. Dan mereka sedang tak main-main.

Kawanku rajin memotong kuku dan menggosok gigi mereka. Wah aku belum bisa sejauh itu. Ingin sekali kubawa mereka ke salon kucing untuk di-grooming. Tapi 11 kucing, duh tabunganku bisa langsung ludes sekali ke spa kucing. Belum lagi membawa mereka semua, dramanya pasti menjadi-jadi.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 1, 2025.

Tinggalkan komentar