Esai Foto: Cemong Pulang

Cemong hari ini pulang. Ia nampak gembira dan manja ketika tiba di rumah. Padahal ia merengek dan histeris sepanjang jalan.
Cemong langsung penuh semangat berlarian dengan kaki dan badannya yang masih goyah. Ia sudah empat harian ini hanya berdiam di kandang. Baginya ini adalah kebebasan.
Asyik aku mau kabur ah. Aku mau main di jalan, guling-gulingan. Eh siapa kucing yang ngintip itu. Kok serem ya. Jangan-jangan kucing preman, mau malak ikan. Aku takut. Serem.

Lho Cemong kamu sudah pulang, kok nggak ngabarin dulu biar kujemput, kata Naura. Kamu cuma ngomong saja, jenguk saja nggak, tukas Cemong.

Kamu kok nampak sedih dan takut, kenapa? tanya Naura. Badanku masih sakit, aku pengin main, tapi ada kucing galak ngintip. Huuhuh.

Cup cup cup nggak apa-apa sakit, nanti juga sembuh, kakiku juga masih pincang. Mana kucing serem itu, sini kutemani main, kata Naura gagah. Terima kasih Naura, tapi aku jadi kebelet pipis gara-gara takut.

