Red Soldadu, Bersantap Sambil Sesapi Panorama Alam

Sore itu cuaca cerah. Pengunjung juga tidak terlalu banyak. Banyak yang memilih duduk di lantai dua. Saya memilih bangku di pojokan yang menghadap langsung ke arah sungai dan rerimbunan pepohonan. Hingga matahari terbenam, saya menikmati hawa yang segar dan suasana yang jarang ditemui di Jakarta. Saya pun memesan minuman dan makanan istimewa dari Red Soldadu Riverside, kafe di Jakarta pinggiran.

Kafe ini lokasinya ada di kompleks perumahan. Lokasinya tak jauh dari Mal Cijantung dan Gereja Lahai Roi. Tempat persisnya di Jalan Sederhana I No 4A Gedong, Pasar Rebo Jakarta Timur. Jam operasionalnya dari pukul 08.00 hingga 23.00 WIB. 

Setelah melihat buku menu, menu yang disediakan di sini terdiri dari beberapa kategori. Yaitu, kopi, minuman selain kopi seperti teh, mocktail, matcha. Kemudian ada pasta, nasi goreng, masakan berbahan daging sapi dan ayam, serta aneka snack seperti bruschetta, kentang goreng, honey wings, pisang goreng, snack dari tape, dan cheese tuna sandwich. Juga ada aneka pastry dan potongan cake. Harganya agak di atas rata-rata kafe di daerah ini, yaitu berkisar Rp25 ribu ke atas untuk minuman. Sedangkan makanan dari Rp25 ribu. 

Saya memesan peuyeum cheese baked dan coffee milk red Soldadu. Keduanya harganya masing-masing Rp30 ribu dengan pajak menjadi Rp70 ribu. 

Sambil menunggu hidangan, saya menyesapi suasana. Interior kafenya bagus, namun biasa saja. Konsepnya agak terbuka, sehingga terasa lapang dan segar. Namun, kalau hujan deras berangin pasti air hujan bisa masuk. 

Ada tangga melingkar ke lantai dua. Di lantai satu model bangkunya ada yang berupa meja dengan kursi. Namun, juga ada bangku memanjang. 

Yang jadi jualan utama di kafe ini adalah panora sungai. Sungai yang lebar dan terlihat dalam terlihat dari bangku. Sungainya berwarna kehijauan, tidak nampak kotor, dan juga tidak berbau. Ada jembatan yang kata petugas bisa dicoba tapi arah ke seberang ditutup. 

Aku menikmati suasana sungai yang segar. Pepohonan yang rimbun dam tinggi nampak bergoyang-goyang tertiup angin. Nampak burung-burung melintas dan menciap. Indah. Aku seperti berada bukan di Jakarta tapi di daerah lainnya. Tenang dan syahdu. 

Kopi pesanan pun datang. coffee milk Red Soldadu, namanya. Ada campuran pisang di dalamnya. Kucicipi, aroma dan rasa pisangnya terasa, namun tidak dominan. Susu dan pisangnya menyatu. Enak, tapi rasa kopinya menurutku masih tergolong biasa. Tidak yang wah banget. 

Sementara snack dari tape yang bernama peuyeum cheese baked tampil cantik dan berkelas. Tape tersebut dihidangkan dengan gula palem, keju, taburan almond, juga ada saus karamel dan vanila di dalamnya. Wah tampilannya sungguh menarik sayang untuk dimakan. 

Aku menikmati setiap suapannya. Andai tapenya matang sempurna pasti rasa asam manis serta tekstur dari tapenya akan sempurna. Tape yang memiliki aroma dan rasa yang khas berbaur serasi dengan keju, saus karamel, dan taburan almond. Rasanya jadi kompleks, asam, manis, dan gurih. Aku memberi dua jempol untuk snack dari tape ini. 

Aku pun menulis artikel sambil menunggu sayup-sayup riak sungai dan kicauan burung. Namun, kemudian ada beberapa pengunjung merokok. Duh ternyata bebas asap rokok ya. Jadi nggak nyaman, pulang deh. Inginnya menikmati hawa segar malah dicemari asap rokok. 

~ oleh dewipuspasari pada Mei 29, 2025.

2 Tanggapan to “Red Soldadu, Bersantap Sambil Sesapi Panorama Alam”

  1. Kisaran harganya hampir sama dengan cafe di kabupaten haha

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan