Kembali Ke Jalan

Aku masih sering tak paham dengan jalan pikiran kucing. Salah satunya adalah jalan yang ditempuh oleh kucing bernama Kemoceng.

Dulu ia kucing jalanan. Ia tak bertuan sejak pemiliknya pergi dan tak membawa semua kucingnya. Ia hidup menggelandang, meminta makan dari rumah ke rumah.

Ia ke rumahku dengan membuntuti kucing baikku bernama Opal. Mungkin Opal kasihan sehingga ia mengajaknya. Karena warnanya yang mirip, orang-orang suka mengira mereka bersaudara.

Ketika Opal meninggal, kubiarkan ia menetap di rumah bersama ketiga anaknya, Cemong, Opal junior, dan Kwak. Tapi ia kemudian mulai berubah pikiran.

Ia pernah kubawa ke klinik untuk kusteril meski kemudian ditolak karena dianggap terlalu tua sehingga riskan. Sejak itu ia nampak menjauh dariku. Puncaknya, ia tak lagi sering terlihat di rumah. Ia makin jarang pulang.

Ia kembali menggelandang…

Aku sebenarnya sedih dengan sikapnya dan merasa dikhianati. Ia sudah kuanggap kucingku tapi ia sepertinya tidak merasa demikian. Seharusnya aku sudah mengetahuinya ketika ia menolak kupasangi kalung.

Kemoceng kembali menggelandang. Ia kembali minta makan dari satu rumah ke rumah lainnya. Mungkin baginya yang penting adalah kebebasan.

 

~ oleh dewipuspasari pada Juni 14, 2025.

Tinggalkan komentar