Kucing dan Energi Bulan Purnama

Kuhitung jumlah kucing liar yang menumpang makan di halaman rumah. Astaga ada delapan ekor. Itu pun belum formasi lengkap. Pasti ada yang bakal muncul lagi mencari makanan sisa-sisa. Kasihan sih. Cuma sejak bulan lalu, aku tekor gara-gara bujet kucing yang membengkak.
Gara-gara tetanggaku membuang kucing, kucing-kucing yang malang itu suka singgah ke halaman rumahku. Mereka cantik-cantik tapi kurus-kurus karena dikurung tanpa diberi makan. Apalagi anak-anak kucing itu. Melihatnya aku merasa frustasi dan kasihan. Kok tega ya.
Awalnya ada tujuh ekor anak kucing. Aku menghitungnya. Ada satu kucing hitam, dua belang, dan empat oren.
Kemarin aku baru memakamkan satu lagi. Pagi tadi tinggal dua ekor anak kucing. Dan yang kulihat selepas matahari terbenam hanya satu anak kucing. Kasihan.
Aku ingat ketika para kucing malang itu dengan formasi lengkap datang kali pertama ke halaman. Mereka dengan bar-bar langsung menyapu bersih makanan basah dan kering yang tersisa seperti tak makan berhari-hari.
Para anak kucing itu sudah bisa jalan. Hanya tubuhnya begitu kurus dan sebagian dari mereka matanya belekan.
Setelah makan dan menyusu ke induknya, aku mendekati mereka dan membersihkan mata juga wajah mereka satu-persatu. Mereka kotor sekali.
Sebagian dari mereka kutaruh di kardus yang kuberi alas kain. Tapi ya gitu, induknya suka memindahkan mereka. Kucing-kucing itu ada yang jatuh ke dalam selokan, mati kedinginan, dan lainnya karena bolak-balik dipindahkan. Yang tiga ekor terakhir kutaruh di kardus dan kutaruh di dalam rumah tiap malam. Sayangnya induknya masih suka memindahkan mereka.
Aku pernah menggendong dan menyeka wajah induknya. Ternyata di balik bulunya yang tebal, ia kurus sekali. Ia lemah dan mungkin juga perlu kasih sayang. Gara-gara itu aku tak tega mengusirnya setiap kali ia bersantai di dalam rumah.
Ia layak beristirahat karena menjadi induk kucing itu pasti melelahkan. Sayangnya ia memang bukan induk yang baik, penyayang, dan perhatian seperti si Clara. Apa mungkin ini kelahiran pertamanya ya?
Oh iya apa hubungan kucing dengan bulan purnama? Ehm aku suka membayangkan kucing gemar menari saat malam bulan purnama. Mereka menari di bawah sinar bulan.
Konon energi bulan itu besar dan punya dampak ke makhluk di bumi. Ada yang bilang dampaknya ke manusia itu adalah emosi yang mudah berubah, tubuh yang mudah kelelahan, dan pikiran yang tidak fokus. Entahlah. Kadang-kadang aku juga merasakannya jika sedang peka.
Kata orang bijak, kucing punya energi baik dan punya kemampuan menetralkan atau mengusir energi negatif. Mungkin karena sebelah kiri rumahku kosong, aku jadi merasa aman ada mereka. Ya tak apa-apa deh halaman rumahku jadi markas mereka sementara.
Oh iya gambar kucing dalam dus di atas dibuat kakakku.
