Gadis Penjual Kue dan Kurcaci Serta Kisah-kisah Lainnya

Aku menyukai kisah dongeng ala-ala HC Andersen dan Enid Blyton dengan hewan yang bisa berbicara atau kehadiran para kurcaci. Oleh karenanya aku senang ada buku dongeng lokal dengan cerita unggulan Gadis Penjual Kue dan Kurcaci.
Buku dongeng karya Febri Riskianto ini bisa dibaca di aplikasi iJakarta. Di dalamnya ada 10 cerita pendek. Ada tentang kisah fabel, dongeng fantasi, hingga cerita yang kaya pesan moral.
Cerita unggulan berjudul Gadis Penjual Kue dan Kurcaci mengisahkan Susan yang yatim piatu. Ia hidup bersama dua adiknya di rumah yang terpelosok, masuk ke dalam hutan. Karena sudah tak punya apa-apa lagi, Susan nekat mencari pekerjaan yang jauh dari tempat tinggalnya.
Ia melamar bekerja di toko kue sebagai penjual kue di pasar. Karena kasihan bibi Molly pun menerimanya. Ia bekerja dengan giat meski kedua adiknya masih suka mengeluh.
Hingga kemudian Susan bertemu para kurcaci kelaparan saat gerimis malam di tengah hutan. Alih-alih menyimpan roti untuk makan malam, ia malah memberikan sebagian besar ke mereka.
Ceritanya seperti dongeng Enid Blyton. Penutupnya juga mungkin bisa kalian tebak. Namun, aku tetap menyukai kisahnya.
Cerita-cerita dalam buku setebal 126 halaman ini tak semuanya berakhir bahagia. Ada yang begitu tragis sehingga anak-anak kecil perlu didampingi orang tua ketika membacanya. Kisah tentang lalat yang rakus, misalnya.
Cerita tentang pangeran yang pemalas seperti 180 derajat dengan kisah pemuda miskin dan kastil batu. Ceritanya rata-rata ringan dan semua isi buku bisa dibaca sekitar 1-2 jam saja.
Detail Buku:
Judul: Gadis Penjual Kue dan Kurcaci
Penulis:Febri Riskianto
Penerbit: Bhuana Sastra
Tebal Buku: 126 halaman
