Kwak, Kamu Di mana?

Kucingku Kwak sejak pagi tak terlihat. Aku mulai mencarinya di mana-mana, rasa gelisah mulai berkuasa. Kwak, Kwak, kamu di mana? Tak seperti biasanya ia tak nampak. Biasanya ia yang paling cerewet minta sarapan segera disiapkan.
Mulailah aku mencari di kolong dan loteng. Aku kuatir ia bernasib sama seperti kucing kecil yang malang, sehingga aku memeriksa setiap celah dan kamar. Kuperiksa juga di luar. Ia tak nampak di mana-mana. Kwak, kamu di mana?
Kwak adalah kucing paling kurus dan mungil. Usianya sebulan lebih tua daripada Creamy. Namun, ia sejak kecil sakit-sakitan sehingga ia kurus dan tubuhnya kurang berkembang meski makannya lumayan banyak.
Ia kucing kecil yang cerewet. Aku suka sekali menimpali meongannya seperti mengajaknya bercakap-cakap.
Beberapa hari lalu ia mulai pilek dan matanya berair. Kucoba obati dan kebersihan matanya secara berkala. Kemarin aku masih membersihkan matanya.
Rupanya ada hal yang kurang tanpa Kwak. Kutitipkan pesan ke kucing liar untuk ikut membantuku mencari Kwak. Besok aku akan mulai berkeliling mencarinya.
Kwak, cepat pulang ya.

