Kucing dan Air Kelapa

Ia bahkan bukan kucingku. Ia hanya kucing tetanggaku yang ditelantarkan dengan sengaja. Mengapa aku harus repot buru-buru membelikannya air kelapa muda dan meminumkannya. Namun, sungguh aku tadi begitu cemas.

Kupikir tabiatnya aneh karena ia dikejar-kejar beberapa kucing jantan. Ia bersembunyi di kamar, di balik kasur. Sudah dua hari ini ia seperti itu. Namun, hari ini ia nampak lemas. Ia juga tak doyan makan.

Padahal ia bukan kucingku. Namun melihat tatapan matanya yang nanar dan mulutnya yang setengah terbuka, tiba-tiba membuatku gugup dan cemas. Apa ia sekarat?

Segera kupesankan air kelapa muda. Aku dekatkan minyak kayu putih ke hidungnya agar ia tetap sadar. Aku takut ia sekarat, lemas, dan kemudian meninggal.

Rasanya sangat lama menunggui pesanan air kelapa muda. Setelah tiba, segera kuberikan satu mili air kelapa muda. Ia bisa menelannya. Satu mili lagi menyusul.

Kuperhatikan tubuhnya. Suhu tubuhnya hangat. Aku terus mengelus tubuhnya, membuatnya nyaman.

Ketika ia terbangun, kuberikan lagi satu mili air kelapa muda. Setelahnya ia menggeliat dan berpindah posisi tidur. Ooh saat itu aku mulai merasa lega. Apalagi ketika kemudian ia nampak mulai berupaya tidur dengan mata terpejam dan posisi yang nyaman.

Apakah masa krisisnya sudah lewat?

Sungguh aku merasa kuatir tadi. Padahal ia bukan kucingku. Ooh tak penting ia kucingku atau bukan, asal ia selamat dan tetap hidup.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 1, 2025.

Tinggalkan komentar