Buku Kedua

The bookstore of illusion

Akhirnya “1984” tamat juga semalam. Meski ya, aku belum bersemangat membuat ulasan bukunya. Sesaat ada rasa hampa setelah aku menyelesaikan bacaan ini. Ada harapan jangan sampai negeriku berakhir seperti dalam buku George Orwell tersebut.

Aku kemudian segera move on. Aku mulai membaca buku kedua berjudul “The Bookstore of Illusion” karya So Seo-rim yang kupinjam dari Perpustakaan Berjalan

Judul buku ini menarik perhatianku. Sejak dulu aku menyukai cerita-cerita dengan latar perpustakaan dan toko buku. Bagiku, cerita semacam ini romantis dan punya data pikat tersendiri.

Buku ini bercerita Yeon-seo yang menemukan toko buku misterius setelah ia hampir jatuh dari tebing. Tak nampak pembeli toko buku itu. Si pemiliknya penuh teka-teki tapi ia tak menolak untuk bergabung untuk mendengarkan ceritanya.

Lembar demi lembar pun kubaca. Aku semakin penasaran karena ada unsur fantasinya. Si pemilik toko buku tersebut sepertinya orang yang misterius. Cerita yang dibacakannya aneh tapi menarik. Sayang aku belum bersimpati dengan tokoh utama perempuannya.

Bukunya 225 halaman, tak setebal “1984”. Ceritanya juga relatif mudah dicerna. Semoga aku betah dan bisa menyelesaikannya.

~ oleh dewipuspasari pada Februari 5, 2026.

Tinggalkan komentar