Bagaimana Jika Kota Tertimbun Sampah

Sejak ada masalah di Bantar Gebang, pengambilan sampah di daerah kami juga ikut terkena imbasnya. Pengambilan sampah jadi tidak lancar. Padahal di tempat kami selama seminggu hanya dilakukan dua kali pengambilan sampah. Ini membuatku resah. Apalagi Jakarta masih sering hujan.
Biasanya aku disiplin dalam menaruh sampah. Pagi-pagi pada hari pengambilan sampah, sampah sudah kutaruh di luar dalam kondisi rapi dan beda wadah. Ada satu sampah basah yang kebanyakan pasir kucing yang kotor dan sampah yang tak bisa diuraikan. Kemudian, satu wadah besar berisikan sampah kering yang bisa didaur ulang.
Kaleng-kaleng bekas wadah makanan basah kucing kucuci dulu hingga bersih baru kubuang, biar bisa diambil oleh pemulung dan punya daya jual. Kardus dan plastik dari dus paket juga kulipat dan kurapikan. Semua plastik pembungkus juga kutata biar tidak berantakan.
Nah, masalahnya kini tidak ada kejelasan waktu pengambilan sampah. Minggu lalu sampah sudah kutaruh di luar. Eh kemudian turun hujan pagi harinya, beberapa jam setelah petugas sampah biasa datang. Sampah pun jadi kotor dan basah, karena ada celah. Ooh aku jadi cemas.
Sudah beberapa hari sampah tak terangkut. Baru H+3 setelah jadwal sampah, baru mereka datang dan diangkut. Ooh leganya, tapi bagaimana dengan besok, lusa, dan hari-hari berikut?
Saat halal bihalal kemarin masalah sampah jadi topik utama. Apa ada alternatif tempat pembuangan sampah di Jakarta? Semua bingung dan memberi usulan dengan nada yang ragu dan kurang meyakinkan.
Masalah sampah jika tidak tertata dengan baik suatu saat akan menjadi bencana. Kini sungai dan laut sudah banyak sampah. Bahkan pihak negara luar juga suka menitipkan sampah ke negeri ini dengan sogokan.
Apa mau kota kita jadi tertimbun sampah? Banjir bandang dengan sampah dan berbagai penyakit karena sampah, bisa saja kemudian menimpa.
Salah satu cara mengurangi sampah memang pengomposan. Namun, tak semua sampah bisa dikompos dengan mudah dan cepat.
Namun, lebih baik mengurangi sampah daripada hanya berpangku tangan. Mengompos dan mengurangi sampah plastik adalah salah satu cara mengurangi sampah. Membawa botol sendiri juga iya. Memilah sampah juga salah satu hal yang juga penting bagi alam.
Ya setidaknya aku melakukan hal yang kubisa.

Cuma kotoran kucing ini yang bikin aku kebingungan. Masih ada kucing liar dan kucing nakal yang suka bikin tanaman tersiksa dengan buang kotoran sembarangan di taman. Eh mereka juga menyiksaku sih dengan aromanya. Kotoran mereka tidak cocok sih buat pupuk kandang hahaha.
