Kucing dan Bantal

Kucing suka sekali mengikutiku. Ke loteng mereka ikut. Mereka menyelinap masuk bila ku ke kamar tidur. Bahkan mereka rela menungguiku di depan kamar mandi ketika kutolak untuk ikut masuk. Mereka juga suka meniru gerak-gerikku. Termasuk menyender ke bantal saat tidur.
Apakah mereka menganggapku sebagai induk ya. Atau aku dikira kucing besar seperti mereka. Tapi gara-gara ada beberapa kucing yang suka maksa tidur bareng denganku, aku kadang berebut bantal dengan mereka. Ditinggal sebentar ke kamar mandi, bantalku sudah dikuasai mereka.
Aku suka memerhatikan kucingku yang lagi asyik tidur dengan bantal. Kadang mereka menguasai bantal sendirian. Kadang berbagi bantal denganku. Mereka nampak pulas dan tidur dengan nyaman. Mereka sungguh menggemaskan.
Aku tak tahu apakah si kucing lebih nyaman tidur seperti biasanya, bergelung atau tidur dengan pose lainnya, atau tidur bersandar bantal. Memang sih tak semua kucingku kuijinkan pakai bantal. Hanya Cindil, Sam, Nero Manis, dan Pang. Dan Cindil yang paling nampak menikmatinya. Kadang aku mendengar dengkur lembut atau tarikan nafasnya.
Ooh Cindil bermimpi apa ya tidur sepulas itu?
