
Ketika malam mulai sepi, otakku mulai berkontemplasi. Apa yang ingin kumaui. Apa aku ingin itu dan ingin ini. Aku terus bertanya-tanya sambil menunggu rasa kantuk menguasai. Lanjutkan membaca ‘Saat Malam’


Ketika malam mulai sepi, otakku mulai berkontemplasi. Apa yang ingin kumaui. Apa aku ingin itu dan ingin ini. Aku terus bertanya-tanya sambil menunggu rasa kantuk menguasai. Lanjutkan membaca ‘Saat Malam’

Kucing Berkawan Biawak
Apa kamu pernah dengar cerita kucing yang berkawan dengan biawak? Oh aku punya satu cerita. Kucingku Opal dulu sering menemani biawak berjemur pada pagi yang cerah. Pemandangan seekor kucing bersantai dengan biawak akan membuatmu terperangah. Lanjutkan membaca ‘Kumpulan Cerita Mikro Kucing’

Titik-titik gerimis itu semakin membesar dan bertambah banyak dalam seketika. Yang awalnya gerimis sama-sama berubah menjadi hujan deras. Ojek yang sudah datang terpaksa kubatalkan, aku dan kucingku bisa basah kuyup menuju klinik untuk ganti perban. Sebagai gantinya, aku duduk di teras menikmati hujan sambil membaca Saga dari Samudra. Lanjutkan membaca ‘Playlist Hujan dan Saga dari Samudera’

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, ia meronta-ronta begitu dahsyat ketika lukanya dibersihkan. Si paramedis untungnya telah memasangkan collar ke kucing tersebut sehingga aman dari gigitan. Sementara aku memandang liku si kucing dengan ngilu. Lukanya begitu dalam dan lebar. Apabila aku menunda untuk memeriksa lukanya, maka bisa jadi lukanya akan memancing hewan-hewan yang tak ingin kulihat. Lanjutkan membaca ‘Perban’

Apabila kalian bosan mengirim cake seperti cheese cake, opera, tiramisu, black forest, dan aneka jenis cake ulang tahun lainnya, kalian bisa coba kirim makanan lainnya. Kue tampah berisi aneka kue basah, misalnya. Aneka bubur dalam wadah-wadah mungil yang ditayangkan cantik. Atau bagaimana jika mengirim pempek? Lanjutkan membaca ‘Pempek Ulang Tahun’