
Hanya aku dan kucingku yang bisa melakukan proyek ini?” Aku menggaruk-garuk kepalaku, masih bingung dengan segala hal yang disampaikan seorang ibu yang memiliki aura berwibawa. Lanjutkan membaca ‘Penyembuh’


Hanya aku dan kucingku yang bisa melakukan proyek ini?” Aku menggaruk-garuk kepalaku, masih bingung dengan segala hal yang disampaikan seorang ibu yang memiliki aura berwibawa. Lanjutkan membaca ‘Penyembuh’

Ia bahkan bukan kucingku. Ia hanya kucing tetanggaku yang ditelantarkan dengan sengaja. Mengapa aku harus repot buru-buru membelikannya air kelapa muda dan meminumkannya. Namun, sungguh aku tadi begitu cemas. Lanjutkan membaca ‘Kucing dan Air Kelapa’

Malam semakin larut. Aku masih belum mengantuk. Apa karena kopi itu atau kucing putih yang diam-diam menyusup? Akhirnya aku membaca manhwa horor tentang aplikasi penghancur. Lanjutkan membaca ‘Malam-malam Baca Horor Aplikasi Penghancur Diri’

Kendaraan roda dua kali ini tak membawaku ke jalanan biasanya. Ia memilih melewati gang-gang yang lebih sempit untuk menghindari jalanan yang masih padat meski jam telah menunjukkan lewat pukul sembilan malam. Lanjutkan membaca ‘Susur Jalan Saat Hari Gelap’

Katakan kamu sayang kepadaku. Si kucing cemong. Aku masih favoritmu kan, kucingmu yang kaubilang lucu menggemaskan. Lanjutkan membaca ‘Katakan Kamu Sayang’