
Kucing-kucing sebagian sudah pulas dan bermimpi. Mereka kecapekan bermain. Takut menganggu mereka, aku mengeluarkan headphone lalu mendengar Breaking Benjamin. Waktunya suntik adrenalin. Lanjutkan membaca ‘Malam-malam Dengar Breaking Benjamin’


Kabar dibatalkannya special screening The Red Envelope membuat fans Billkin Putthipong yang populer di Indonesia lewat How To Make Millions Before Grandma Dies merasa kesal. Mereka meluapkan kekesalannya di medsos. Eh rupanya acara nonton tersebut batal karena filmnya rupanya belum mendapat ijin putar oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Lanjutkan membaca ‘Marry My Dead Body dan The Red Envelope’

Gara-gara kucingku memilihkan lagu Into the Fire ini kemarin, hari ini seharian aku rajin memutar lagu ini. Ada sesuatu yang membuat lagu ini nagih. Entah musiknya, entah liriknya, atau mungkin gaya bernyanyi vokalisnya, aku terus mendengar tembang hits dari Thirteen Senses, band asal Inggris ini. Lanjutkan membaca ‘Into the Fire dan Thirteen Senses’

Aku memasang aplikasi YouTube Music di tab yang kudapatkan dari hadiah lomba menulis. Awalnya aku memasang dua aplikasi musik streaming berbayar, YouTube Music dan Spotify tapi karena yang pertama kunilai kualitas audionya lebih bagus, maka kupertahankan yang pertama. Nah karena aku suka menaruh tab sembarang ketika memutar musik, kucingku berinisiatif jadi DJ. Lanjutkan membaca ‘Kucing Itu Pandai Memilihkan Musik Lho’

Akhir pekan ini Taman Mini Indonesia Indah mengadakan Pesta Rakyat Nusantara dalam rangka ulang tahun TMII. Temanya adalah Bersama Menjelajah Cerita Baru. Hari ini ada dua acara yang ditunggu yaitu pertunjukan tari kecak dan wayang orang Bharata. Lanjutkan membaca ‘Pertunjukan Seni Rasa Konser’