
Kucing liar yang tiba-tiba masuk rumah menurutku adalah peristiwa yang bak dongeng. Mengapa mereka bisa masuk rumahku? Mengapa mereka memilihku? Lanjutkan membaca ‘Kucing dan Dongeng’


Kucing liar yang tiba-tiba masuk rumah menurutku adalah peristiwa yang bak dongeng. Mengapa mereka bisa masuk rumahku? Mengapa mereka memilihku? Lanjutkan membaca ‘Kucing dan Dongeng’

Clara jarang berkata-kata. Aku sampai lupa bagaimana warna suaranya. Ia sering sekali menatapku, lama. Membuatku bertanya-tanya dan was-was. Lanjutkan membaca ‘Tentang Clara’

Akhirnya “1984” tamat juga semalam. Meski ya, aku belum bersemangat membuat ulasan bukunya. Sesaat ada rasa hampa setelah aku menyelesaikan bacaan ini. Ada harapan jangan sampai negeriku berakhir seperti dalam buku George Orwell tersebut. Lanjutkan membaca ‘Buku Kedua’

Akhirnya aku menamatkan novel “1984” karya George Orwell. Penutupnya tak sesuai harapanku, tapi memang lebih cocok akhir kisah Winston, Julia, dan warga Bung Besar dibiarkan seperti itu. Lanjutkan membaca ‘Tamat Baca “1984” dan Kucing Liar Melahirkan’

Kamu tahu ada sesuatu yang salah belakangan ini. Banyak orang yang melakukan protes tapi dianggap angin lalu. Seakan itu hanyalah sekadar angin sepoi-sepoi yang mencoba menyejukkan suasana di teriknya Gurun Sahara. Lanjutkan membaca ‘Sesuatu’