Pangeran Yang Kehilangan Tahta

Prince Caspian

Peter, Susan, Edmund dan Lucy sedang duduk di gerbong kereta api menuju sekolah asrama ketika ditarik sebuah kekuatan gaib. Karena ini bukan petualangan pertama, mereka tidak begitu terkejut ketika otomatis berpindah ke dunia lain, dunia Narnia.

Namun, mereka terheran-heran menyaksikan kondisi Narnia yang banyak berubah setelah setahun mereka tinggalkan. Kini mereka berada di sebuah pantai yang dikelilingi hutan tebal yang tidak berpenghuni.

Ketika  berkeliling mencari makanan, mereka menemukan sebuah reruntuhan puri. Anehnya, perasaan mereka mengatakan puri itu amat mereka kenal. Dan, amat terkejutlah mereka ketika menyadari reruntuhan itu Istana Cair Paravel, tempat mereka memerintah sebagai raja dan ratu ketika pertama kali Narnia.

Edmund lah yang pertama memahami hubungan waktu Narnia dan dunia asal mereka. Waktu di Narnia berjalan terus, sementara bila mereka keluar dari Dunia Narnia, waktu di dunia manusia tidak terbuang sedetik pun. Jadi, mereka berada ratusan tahun setelah mereka sempat bertahta.

Pertanyaan mereka satu persatu terjawab waktu mereka menyelamatkan Trumpkin, drawft alias kurcaci yang hendak dibunuh pasukan Telmarine. Ternyata, Narnia sekarang dikuasai Miraz, penguasa asal Telmarine yang lalim. Putra mahkota asli, Pangeran Caspian dalam bahaya. Terompet Susan yang ditiup Caspian lah yang membawa mereka kembali ke Narnia. 

Dari kisah Trumpkin terkuak bila Narnia sekarang berbeda dengan Narnia lama, dimana hewan bisa berbicara, roh pohon bisa berbicara dan berdansa, makhluk dongeng seperti centaur, faun, dan raksasa hidup rukun bersama manusia. Bangsa Telmarine yang membunuh sebagian besar penduduk Narnia lama. Namun, kini Pangeran Caspian akan berjuang menyelamatkan tahtanya dan mengembalikan Narnia lama. 

Tanpa membuang waktu, rombongan dipimpin Peter Agung menuju lokasi persembunyian Caspian. Perjalanan mereka begitu melelahkan karena kondisi geografis sekarang berbeda dengan yang dahulu mereka kenal. Untunglah, si singa agung Aslan membantu mereka.

Karena pasukan Caspian hanya segelintir, Peter mengajukan tantangan duel ke Miraz. Peter yang masih remaja melawan raja yang terkenal bengis, mampukah Peter mengalahkan Miraz dan mengembalikan tahta Caspian?

Seperti buku Narnia lainnya, CS Lewis menghadirkan tokoh anak-anak sebagai pahlawan. Namun, jangan membandingkan mereka dengan pasukan Harry Potter yang berbekal sihir. Tokoh jagoan CS Lewis hanya anak-anak biasa yang  mendapat bantuan sesosok singa. Singa bernama Aslan itulah yang memiliki kekuatan gaib. Dan seperti buku-buku yang telah lalu, Anda akan berkenalan dengan hewan yang bisa berbicara, faun – perpaduan kambing dan manusia, dwarft alias kurcaci, dyart – roh pohon, centaur – perpaduan kuda dan manusia dan beragam makhluk lainnya.

Anda yang tidak pernah berkenalan dengan buku Narnia sebelumnya juga tidak perlu kuatir untuk membaca buku keempat ini. Namun, imajinasi Anda akan lebih lengkap dan hidup bila Anda telah membaca kisah sebelumnya, Keponakan Penyihir; Sang Singa, Sang Penyihir dan Lemari; dan Kuda dan Anak Manusia.  

Keahlian CS Lewis menghidupkan kisahnya tidak lengkap tanpa pesan-pesan moral. Dan ia berhasil mengungkapkannya tanpa kesan menggurui. Simak kesedihannya ketika pohon-pohon dan hewan menjadi sekedar pohon dan hewan karena takut dikasari manusia. Begitu pula dengan kesetiaan Edmund kepada adiknya, Lucy, patut dipuji.

Memang ada bagian yang kurang layak ditampilkan bagi anak-anak, yaitu peperangan melawan Bangsa Telmarine. CS Lewis dengan santainya menulis keberhasilan Peter memenggal kepala-kepala musuhnya dengan pedangnya.

Satu lagi, Anda mungkin heran ketika CS Lewis mengisahkan dukungan pasukan pohon dalam peperangan ini. Sekilas mirip adegan The Lord of The Ring saat pasukan pohon dipimpin Gandalf membantu membasmi para Orc. Jangan pernah dibandingkan, kemiripan ini mungkin disebabkan CS Lewis dan J.R.R. Tolkien bersahabat cukup lama saat masih bertugas di perang dunia kedua.

Oh ya dengar-dengar Hollywood akan memfilmkan kisah ini dan akan tayang di seluruh dunia pada Bulan Mei….jadi jangan lewatkan…. 

 

Detail Buku

Judul                : The Chronicle of Narnia: Prince Caspian (Pangeran Caspian)

Pengarang        : C.S. Lewis

Penerbit            : PT Gramedia Pustaka Utama

Rating               : ***** TOP Bange

 

 

~ oleh dewipuspasari pada Maret 10, 2008.

2 Tanggapan to “Pangeran Yang Kehilangan Tahta”

  1. Thanks a lot for your attention.

  2. Hi,

    In light of your interest in Narnia, I thought you might be interested in the widget and facebook application that HarperCollins made for Prince Caspian.

    Here are the links:

    http://www.clearspring.com/widgets/47b3e654fde16179
    http://www.facebook.com/apps/application.php?id=23431840436&ref=s

Tinggalkan Balasan ke Lindsey Miller Batalkan balasan