Hip Metal pun Menjadi Dunia Baruku

Limp Bizkit dari http://www.offthedial.ca
Kecintaan terhadap musik hip metal lahir pada masa-masa depresi menjelang ujian nasional. (Unas) Ujian terakhir yang kala itu disebut Ebtanas menguras perhatianku sekaligus energiku. Untunglah ada radio yang menemani masa-masa penuh perjuangan itu. Medium itu pulalah yang membuatku sempat jatuh cinta pada musik hip metal. Kecintaan terhadap genre musik ini pun semakin menguat ketika internet mulai menyapa duniaku.
Aku terdiam cukup lama setelah lagu itu berakhir. Baru kali itu aku mendengar musik energik dengan genre yang tidak biasa. Was-was kusimak info dari si penyiar, siapa gerangan band pemilik lagu itu dan apa judul lagunya. Tidak banyak info yang berhasil kudapat. Hanya judul lagu, Nookie.
Wah rasa penasaran itu ternyata cukup mengganggu. Tidak ada majalah ataupun rumpian teman-teman di sekolah tentang lagu itu. Terpaksa aku menunggu hari Kamis datang lagi untuk mendapatkan info tentang lagu itu, saat rock line diputar di radio.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sayangnya info yang terkumpul lagi-lagi tidak membuatku puas. Limp Bizkit nama bandnya. Fred Durst, vokalisnya. Hanya itu informasi yang kudapat. Untunglah si penyiar menampilkan musik yang tak kalah dahsyat, Korn dengan ‘’Blind’’. Ternyata aliran musik unik itu bernama hip metal.
Setelah berkenalan dengan dua musisi itu, duniaku terasa lebih energik dan bersemangat. Mengerjakan soal-soal matematika, fisika ataupun kimia terasa jauh lebih ringan. Temanku, si Reza, melongo ketika kusarankan untuk belajar bersama musik hip metal.
Setelah enam bulan tetap masih sedikit informasi yang kuhimpun. Keajaiban itu lalu terjadi ketika aku teringat dengan internet. Sudah beberapa bulan aku mengenal internet itu, namun hanya dua kali aku pernah menggunakannya. Pertama, ketika internet baru kali pertama hadir di kotaku, kota Malang. Saat itu kami diajarkan membuat dan mengirim email. Berhubung internet masih baru dan teman-temanku masih asing, berkirim email tidak menyenangkan. Tidak ada yang bisa kukirimin pesan. Pertemuan kedua yaitu belajar mencari informasi dengan mesin pencari seperti altavista dan lycos. Fasilitas ini sangat membantuku. Aku bisa mencari informasi apa saja. Termasuk hip metal dong, ujarku dalam hati.
Aktivitas ini mulai kujalani selepas Ebtanas dan UMPTN. Karena warnet masih jarang, aku harus naik angkutan umum selama 30 menit ke daerah kampus Brawijaya. Kuketikkan Limp Bizkit di situs pencari. Lalu muncullah sederet nama-nama website tentang Limp Bizkit. “Yes..yes yes…..” pekikku senang. Aku mulai sibuk mengunduh dan mengkopi file ke disketku yang hanya muat 1,44 M. Setelah beberapa gambar dan file html disketku pun penuh. Aku harus puas hari itu dan kembali beberapa hari kemudian.
Beberapa hari kemudian, aku siapkan tiga disket kosong. Setelah memasuki website resmi Limp Bizkit, aku mengetok pintu Korn dan berkenalan dengan 311 juga Rage Against The Machine. Wah aku merasa kaya banget dengan informasi tentang hip metal. ”Hehehe teman-temanku yang gaul musik atau anak-anak band aja masih kalah sama aku,’’ gumamku memuji diri sendiri.
Setelah itu bisa dipastikan folder tentang hip metal terus membengkak. Dari yang semula hanya beberapa mega byte menjadi ukuran puluhan, bahkan hampir mencapai 50 mega. Ukuran yang cukup besar dan menyedot tempat pada masa-masa itu, menjelang millennium. Mas Ari, kakakku, mulai mengomel dengan hobi baruku. Ia mengingatkan bahwa komputer itu milik kami bersama. ’’Wallpaper, gambar-gambar jangan tentang hip metal semua,’’protesnya.
Demam hip metal itupun akhirnya melanda Indonesia. Hehehe aku merasa bangga karena mengetahui lebih dulu dan punya informasi tentang dunia hip metal cukup lengkap. Senangnya lagi beberapa hari kemudian sebelum masuk perguruan tinggi, artikelku tentang hip metal masuk di salah satu media cetak. Hehehe terima kasih altavista, lycos dan yahoo.

salut, prjalanan ritual mncari jati diri.. Mrip crita aq jg.
Hehehe zaman SMA dan kuliah lagi doyan2-nya musik rock.