Kisah Mini: Hiburan Yang Mewah Bagi Rakyat Jelata

Biola diambil dari musicwithease.com

Catatan Mitha

Biasanya aku terganggu dengan kehadiran pengamen. Terutama, jika aku ingin berkelana dengan warna-warni pikiranku. Namun, sejak telingaku mencicipi aluan musik pengamen satu ini, ia berbisik ke pikiranku. Telingaku mulai mencanduinya.Aku beruntung pengamen ini menyambangi bus yang kutumpangi. Ia meletakkan badan biola itu di antara dagu dan pundaknya. Lalu mulailah penggesek itu menari-nari di atas dawai.

Dilihat dari cara menggesek dan nada yang dihasilkan, ia bukan pemain amatiran. Hanya pemain yang sering berlatih yang bisa menghasilkan irama seindah itu.

Lagu kegemaranku OST My Sashi Girl. Aku bukan penggemar film Korea itu namun kaya Mozart di tangan pengamen itu jadi terdengar beberapa kali lebih indah dari yang biasa kudengar di film atau di background beberapa acara di radio.

Ia hampir selalu memasukkan nomor ini dalam pagelarannya. Dan aku selalu menunggu-nunggunya. Rasanya tidak lengkap pertunjukannya hari itu tanpa nomor Mozart tersebut.

Pengamen itu masih muda, mungkin masih kisaran usia 20-an. Ia berhasil mengubah persepsi bahwa permainan biola, hiburan yang hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas.

Tidak terasa lima nomor telah ia mainkan. Ia kemudian berlalu setelah menarik simpati beberapa ribu dari para penumpang. Di luar masih gerimis, ia berhenti untuk kembali masuk ke bus penumpang lainnya.

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 29, 2010.

4 Tanggapan to “Kisah Mini: Hiburan Yang Mewah Bagi Rakyat Jelata”

  1. Lagi naik 134 yo pus? >̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴͡

  2. wow aku penasaran wi ma pengamen yg kamu ceritakan itu,..moga suatu saat aku bisa ketemu dan dpt kesempatan dengerin lagunya…

Tinggalkan Balasan ke siti Batalkan balasan