The Real Master Cooking Boy: Manga Bagi Pencinta Makanan
Barang siapa doyan masak ataupun suka makan enak, maka pasti menyukai manga satu ini. Yup, The Real Master Cooking Boy adalah manga yang menceritakan perjuangan anak laki-laki Tiongkok bernama Mao untuk menjadi juru masak khusus. Yaitu, tingkatan juru masak tertinggi di Tiongkok dimana setiap provinsi umumnya hanya memiliki segelintir orang. Namun di satu sisi, ia bersama rekan-rekannya memiliki misi untuk mengumpulkan peralatan memasak legendaris agar tak dikuasai dunia masak gerilya. Apa itu juru masak khusus dan siapa dunia masak gerilya? Baca yuk di sini!
Liu Mao Tsing adalah putra pemilik restoran bernama Peri Pai di Provinsi Schezuan. Selain sebagai pengelola restoran Ju Xia Lo, ibunya adalah juru masak khusus di provinsi tersebut. Setelah ibunya meninggal, hak pengelolaan restoran tidak serta-merta jatuh ke tangan kakak atau dirinya. Sebab, restoran itu spesial. Hanya boleh dikelola oleh mereka yang memiliki tangan dan indera istimewa dalam mengelola bahan makanan menjadi hidangan istimewa.
Setelah memenangkan hak kelola restoran tersebut dengan pertandingan memasak Ma-Po Tofu, Mao juga tidak bisa langsung terjun mengelolanya. Jenderal Lee yang menangani masakan istana dan ahli dalam melihat talenta di bidang masak, lalu meminta Mao berguru kepada Master Chef Choyu di Guangzhou. Choyu dikenal sebagai juru masak khusus Provinsi Guangzhou. Ia ahli dalam hal teknik memotong dan mengatur panas.
Sayangnya setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Mao malah ditelantarkan. Pasalnya ia gagal membuat tumis sayuran, salah satu ujian yang nampak sederhana, namun memerlukan pengetahuan tentang daerah tersebut. Untunglah ada Mei Ling, anak perempuan Choyu dan Master Ruoh yang memompa semangat dan memberinya petunjuk. Setelah lulus ujian, ia mendapatkan training dari Master Choyu yang dikenal sangat disiplin dan memiliki wajah yang sangar.
Di luar sana, ternyata gerombolan juru masak yang menyebut dirinya dunia masak gerilya tengah mencari perangkat memasak legendaris. Diduga tiap peralatan memasak memiliki kemampuan istimewa. Ada pisau khusus ikan yang membuat ikan tetap segar, perangkat pembuat bahan makanan kering otomatis langsung berubah menjadi segar, perangkat pembuat saus, dan masih banyak lagi. Jika dunia masak gerilya mampu menguasai seluruh perangkat ajaib tersebut maka otomatis dunia memasak Tiongkok akan jatuh di tangan mereka. Selain memiliki talenta di atas rata-rata, anggota gerilya yang dipimpin Hui Yu juga tak segan-segan berbuat kasar hingga membunuh untuk meraih tujuannya.
Saya suka setiap buku Master Cooking Boy yang berjumlah 12 buah ini. Jika membacanya, terutama saat adegan memasak, saya merasa lapar dan tertarik menyantapnya. Ada bagian membuat beragam mie beragam jenis, dimana mie dari terigu ada yang dicampur bayam diberi kuah pedas atau diberi kuah manis bersantan. Ada mie dingin dan mie panas…hemmm nampaknya enak.
Ada juga pertandingan membuat jiaozi (dumpling), kue seperti siomai dan pastel, dimana ada jiaozi kukus dari udang dan ada juga jiaozi bakar. Dua-duanya nampak enak. Atau ketika, teman Mao, Li Wen membuat hidangan masakan Tiongkok yang terpengaruh masakan Asia Tengah, yaitu menggunakan bahan utama domba. Sup domba yang kaya rempah nampak nikmat disantap saat masih mengepul.

Meski ceritanya agak terlalu luar biasa untuk anak laki-laki yang baru berusia 14 tahun, namun cerita ini mudah disukai siapa saja. Saya sudah berkali-kali membacanya dan tidak kunjung bosan.
Detail Manga
Judul : The Real Master Cooking Boy (Chuuka Ichiban)
Pencipta :Etsushi Ogawa
Genre : Memasak, petualangan
Rating : 8,8/10






yups bener sekali, itu bukan untuk hanya usia yang 14 tahunan gan,, semua orang dan usia juga menyukainya.. 😀
Bukunya memang bikin pengen masak dan makan hehehe. Tapi saya agak takjub usia Mao yang baru 14 tahun bisa sehebat itu untuk pengetahuan dan kemampuannya di dunia kuliner.