Sekuel AADC Terinspirasi 5 cm Per Second?

R cinta

Demam sekuel Ada Apa dengan Cinta mulai kembali melanda masyarakat Indonesia, terutama mereka yang dulunya pernah menyukai atau menonton film ini. Wah-wah-wah saya jadi ikut penasaran. Seperti apa sih mini drama yang tayang di youtube tersebut. Dan rupanya atmosfernya bernuansa seperti anime 5cm per second minus ending yang mengharukan.

Hemmm saya agak kecewa. Jelas-jelas ini film sponsor hahahaha. Memang jika dilihat-lihat plotnya kurang realistis. Tidak mungkin selama 12 tahun mereka berpisah tanpa kabar. Apalagi Rangga nampak menyukai Cinta, demikian sebaliknya. Apakah tidak sempat menelpon atau berkirim surat elektronik. Masa-masa itu kan sudah ada koneksi internet dan juga sudah ada friendster dan facebook. Jadinya terkesan dipaksakan ketika mereka baru menjalin hubungan lagi lewat aplikasi chatting android.

Aplikasi

Ending cerita juga kurang greget. Akting Cinta tetap paling kurang nyaman dinikmati dibandingkan akting teman-temannya yang mudah dicintai. Pertemuan kembali keduanya nampak kurang natural, apalagi dengan bahasa yang dibuat seakan puitis.

Rangga wartawan

Bukan berarti mini drama ini buruk. Lumayan menarik. Saya suka sinematografinya. Kilasan-kilasan adegan ketika Rangga mencari berita dan memotret, begitu juga ketika mereka saling menunggu balasan. Entah kenapa jadi berasa mirip dengan adegan anime 5 cm Per Second atau Byousoku Go Senchimetoru.

5cm-16

5cm-15

Dimana masing-masing tokoh, Takaki dan Akari tetap saling memikirkan tapi tak kunjung bertemu dan berani mengungkapkan perasaan (bisa dibaca di https://dewipuspasari.wordpress.com/2014/07/22/review-byousoku-go-senchimetoru-jeratan-masa-lampau/).

Jangan-jangan pembuat ceritanya terinspirasi dengan cerita anime 5 cm tersebut, meski ending-nya dibuat tidak semuram di anime tersebut (sebenarnya ending-nya realistis, dimana Akari akhirnya menikah dengan pria lain, dan Takaki akhirnya tetap melanjutkan hidup).

5cm-7 5cm-13

Akting teman-teman Cinta juga tetap menyenangkan dan mudah dicintai. Saya suka dengan pembawaan Sissy Priscillia, Adinia Wirasti, Titi Kamal, dan Ladya Cheryl yang nyaman dan natural. Lagu-lagu Melly Goeslaw tetap asyik dinikmati hingga kini. Akan tetapi oooh kenapa pesan sponsornya begitu banyak ya di adegan penutup. Eksekusi pesan sponsornya kurang elegan, malah kedua tokoh terkesan berlebihan jika sedikit-sedikit chatting pakai stiker atau berkirim foto selfi. Untuk rating, saya beri nilai 7/10, dengan poin besar untuk sinematografi dan akting teman-teman Cinta.

teman-teman cinta-2

teman-teman cinta-1

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 10, 2014.

6 Tanggapan to “Sekuel AADC Terinspirasi 5 cm Per Second?”

  1. Lebih suka ngelihat alyanya di film ini Pus. Yanamapun ngiklan ya jadinya bagian akhirnya emang bikin bete. Tapi patut diacungi jempol idenya make icon film indonesia yang beda 12 tahum dari pertama kali keluar. Terlepas dari segala lubang di ceritanya.

    • Si Ladya Cheryl pemeran Alya memang imut-imut, wajahnya ga berubah ya. Akting dia itu juga natural. Coba Dan lihat aktingnya dia di film ‘Fiksi’. Bagus banget. Dia berperan jadi gadis kalem tapi ternyata psikopat.

  2. hihihi, sempat heboh banget waktu nonton fllm slash iklan ini…
    setuju sama ulasanmu, jalan ceritanya udah nggak masuk akal 😀

    • Iya ya aneh juga sudah ada email, facebook dan sebagainya masih beralasan tidak bisa menghubungi. Dulu si Rangga sampai berkali-kali nelpon sebelum ia pergi, kok setalah itu tidak pernah nelpon atau berkomunikasi, jadi tanda tanya.

  3. Setuju promosinya terkesan berlebihan sehingga terkesan tak elegan. Seolah kehidupan mereka bergantung pada aplikasi chating.

    Menunggu aadc di filmkan tanpa ada embel2 promosi yv mencolok. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: