Rossa dan Lagu Bercerita

Rossa

Penyanyi wanita bernama Sri Rossa Roslaina Handayani atau akrab dengan nama panggung Rossa ini tak diragukan lagi kualitas vokalnya. Lagu-lagunya juga banyak disukai. Namun ada satu hal pada lagu-lagu Rossa yang membuatnya berkesan.

Rossa sebenarnya sudah bernyanyi sejak masih kanak-kanak dan telah mengeluarkan album. Namun pada usia 18 tahun ia dikenal publik lewat lagunya Nada-nada Cinta yang memiliki lirik sederhana dan berulang.

Namanya makin meroket sejak menyanyikan lagu Tegar yang diciptakan oleh Melly Goeslaw. Saya yang biasanya kurang menyukai lagu sentimentil pun mulai tertarik dan mengikuti lagu-lagu wanita alumnus Fisip UI, meski tidak semuanya saya favoritkan.

Rossa adalah penyanyi wanita Indonesia yang saya ingin tonton konsernya dan lagu-lagunya yang paling banyak saya tahu dan hafal. Saat itu sekitar tahun 2008 saya berburu tiketnya dan heran sekaligus kagum karena tiketnya cepat sekali ludes.

Ya tidak apa-apa sih, saya pernah menonton Rossa bernyanyi live di sebuah panggung orkestra Addie MS ketika tampil di Graha ITS dengan membawakan Tegar. Teman saya kala itu sampai menunggu Rossa keluar dari kamar ganti untuk mendapatkan tanda tangannya. Di situ saya baru tahu Rossa ternyata mungil.

Menonton Rossa kedua kali juga saat pertunjukan orkestra Addie MS lagi saat berusia 50 tahun. Setelah Rossa tampil baru saya pulang. Seingat saya waktu itu ia membawakan Sound of Music.

Lagu Rossa itu bercerita. Jika mendengarkan lantunan suaranya saya seolah melihat gambar bergerak dalam benak tentang sebuah drama, baik drama sedih ataupun happy ending. Tak salah jika lagu-lagunya banyak disukai sebagai theme song sebuah sinetron atau soundtrack film layar lebar.

Oleh karena ia termasuk penyanyi wanita produktif maka ada banyak lagu yang saya sukai. Bahkan kawan saya yang berjenis kelamin pria mengoleksi album Rossa dan meminjamkannya pada saya. Album favorit saya adalah Album bertajuk Kembali dan Yang Terpilih yang dirilis dalam tahun yang berdekatan yakni 2005 dan 2007.

Lagu favorit saya pada kedua album tersebut adalah Tak Termiliki, Bicara pada Bintang dan Aku Bukan Untukmu. Ketiga lagu ini membuat saya seperti menonton film drama yang sad ending. Meski topiknya pada lagu Tak Termiliki saya kurang saya karena si gadis menyukai pria yang telah memiliki pasangan tapi saya suka dinamika lagu tersebut.

Memang tidak semua lagu Rossa membuat sedih, ada juga yang berlirik nakal dan ceria seperti Pudar dan Sakura. Pudar mengisahkan tentang hubungan sebuah pasangan yang mulai hambar dan si wanita ingin segera lepas dan mencari pengganti.

Sayangnya sejak lagu Ayat-ayat Cinta saya mulai kurang suka dan kurang mengikuti lagu-lagu Rossa. Ayat-ayat Cinta terasa megah namun menurut saya malah agak hambar tidak sebanding dengan lagu-lagu lawas Rossa. Lagu-lagu barunya juga bagus tapi saya kurang merasakan pesona Rossa seperti pada tembang-tembang terdahulunya.

Berikut daftar lagu Rossa favorit:
1. Tak Termiliki
2. Hati yang Terpilih
3. Tegar
4. Bicara pada Bintang
5. Aku Bukan Untukmu
6. Kini
7. Pudar
8. Bila Salah
Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 30, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: