Menulis Suka-Suka vs Menulis Ilmiah

Tadi malam aku tersenyum ketika membaca sebuah pesan dalam grup. Pesannya lucu, ia bilang ia tergoda setan sehingga rajin nulis ulasan film, sebaliknya skripsinya terbengkalai. Situasinya mirip sama aku, jadinya aku merasa tertegur juga.
Aku juga mengakui menulis ilmiah itu susah dan rasanya membosankan. Dulu pengalaman menulis tugas akhir hampir dua semester. Karya akhir lebih singkat karena sudah terencana sejak awal dan dapat dosen pembimbing yang enak. Tapi yang sekarang, rasanya susah banget mengimplementasikannya dan hampir membuat putus asa.
Yang paling membuatku segan dan kurang menyukai karya ilmiah adalah dari segi bahasanya dan aturannya yang banyak. Terkadang yang sering dikoreksi adalah pemakaian bahasanya yang dianggap kurang sophisticated, cara penulisan kutipan dan kutipan yang diambil. Entah sampai sekarang teknisnya masih belum kukuasai dengan baik. Ada rasa was-was apakah sudah benar cara mengutipnya karena ada banyak sekali gaya menulis ilmiah dan terkadang tiap organisasi penyelenggara berbeda-beda.
Berikutnya yang membuatku tidak pandai dan kurang berminat di karya ilmiah adalah kurangnya percaya diri. Ada pertanyaan dalam diri sendiri, apakah gagasan ini tidak ditertawakan, apakah sudah layak jadi sebuah paper atau jurnal?
Meski kurang menyukai karya ilmiah, hal ini penting dan harus kuselesaikan. Bakal ada hal-hal menarik menunggu jika fase ini berhasil kulalui.
gambar dari sini
Terkait
~ oleh dewipuspasari pada Maret 4, 2016.
Ditulis dalam Diary Istri Upik
Tag: hambatan menulis karya ilmiah, Karya ilmiah, Menulis karya ilmiah

Saya juga ngerasa gitu mbak waktu dikajian2, walau dikuliah tidak ada tugas akhir atau skripsi, bagaimanapun kita tetap butuh dengan “gaya penulisan ilmiah”
Setuju Assa, kemampuan untuk menulis karya ilmiah tetap diperlukan karena di sini kita dituntut berpikir kritis dan logis. Publikasi penelitian juga perlu agar masyarakat mengetahui hasil penelitian yang bermanfaat. Cuma saya mengakui diri sendiri kurang antusias jika menulis karya ilmiah, berbeda ketika menulis gaya suka-suka.