[Resensi] After You: Keberanian untuk Melangkah

after you

Usai melahap habis novel Jojo Moyes, Me Before You, yang film adaptasinya masih diputar hingga saat ini,saya buru-buru memesan novel sekuelnya After You. Saya penasaran sekaligus kuatir apalagi yang bakal dilakukan Louisa Clark.

Ketika membaca lembaran-lembaran awal novel Me Before You saya langsung menyukai karakter utama Louisa Clark yang seperti perempuan kebanyakan dan tergoda untuk segera menuntaskannya. Ending-nya memang tidak seperti kisah romantis lainnya, tapi menurut saya malah wajar dan membumi. Kemarin saya menuntaskan novel sekuelnya dan terkejut dengan babak baru kehidupan Louisa.

Oh ya review ini sebaiknya Kalian baca pasca membaca dan menonton film Me Before You. Ulasan novel Me Before You bisa disimak di sini. Jika Kalian membaca ulasan ini sebelum nonton film atau membaca novel pendahulunya maka bisa jadi artikel ini berasa sangat spoiler.

Sama seperti novel Me Before You, tokoh utama novel karya Jojo Moyes ini tetap Louisa Clark. Para karakter di novel sebelumnya seperti keluarga Lou dan keluarga Traynor juga hadir di novel ini meski kemunculannya tidak sesering saat Lou masih tinggal dan bekerja dengan mereka.

Latar waktu novel ini adalah 18 bulan pasca kematian Will Traynor, pria yang dirawat oleh Lou. Gadis yang telah menginjak usia akhir 20-an ini tetap tak bisa melupakan pria yang disayanginya. Ia masih terbayang-bayang oleh Will.

Pasca Will meninggal, Lou keluar dari sarangnya dan berkeliling berbagai negara di Eropa. Ia merasa bebas dan wawasannya terbuka. Namun sembilan bulan kemudian ia merasa hampa dan begitu kesepian. Selama sembilan berikutnya ia menunggu hidupnya bakal berubah, tapi ternyata kehidupan barunya yang menyambutnya tak berbeda jauh dengan kehidupan lamanya.

Ia kembali menjadi pelayan. Bedanya, kali ini ia menjadi pelayan pub bertema Irlandia di bandara East City Airport dan memiliki flat dua kamar yang dibelinya dari uang peninggalan Will. Ia tak berhasil mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya dengan kualifikasinya. Alhasil ia berkutat dengan berbagai minuman alkohol dan membersihkan toilet.

Lou sebenarnya merasa depresi dan ketika ia meluapkan frustasinya di atap apartemennya tak sengaja ia terpeleset dan jatuh dari lantai lima ke dua lantai di bawahnya. Pinggulnya patah. Ia pun kemudian kembali tinggal bersama orang tuanya yang mengiranya melakukan bunuh diri. Ia seolah kembali ke titik nol lagi.

Saat fisiknya mulai pulih, ayahnya menyarankannya untuk bergabung dengan sebuah komunitas Moving On untuk berbagi cerita, duka dan menebar semangat keberanian untuk memulai hidup baru. Kehidupan Lou semakin semarak dengan kehadiran remaja yang mengaku anak Will dan pria bernama Sam Fielding. Lou menjadi bingung dengan dunianya yang kembali penuh dengan pilihan.

Sebenarnya Me Before You sudah bagus tanpa sekuel. Akan tetapi ketika ada sekuelnya, saya pun tergoda untuk mengetahui kelanjutan hidup Louisa Clark yang ternyata tidak seperti yang saya duga. Inilah kepiawaian Jojo Moyes dalam menggarap sebuah kisah drama. Ia tak serta-merta menuruti harapan pembaca. Ia membuat alur ceritanya sendiri yang berbeda dengan kisah roman pada umumnya, namun malah terkesan membumi. Ia juga pandai membuat pembaca simpati dengan tokoh utamanya yang seorang gadis biasa sehingga pembaca ingin tahu apa lagi yang bakal terjadi pada kehidupan Lou.

Ada banyak pesan menarik dalam buku ini dimana tidak baik terus terjebak masa lalu dan menikmati kesedihan. Lou merasa nasibnya yang tak kunjung membaik dikarenakan ia terjebak kenangan bersama Will dan tindakannya yang sering mementingkan orang lain seolah dianggapnya cara ia untuk membayar ketidaksanggupannya mempertahankan Will melakukan euthanasia.

Kisah Lou pasca kematian Will memang tidak seperti harapan Will dan pembaca seperti saya. Ia tetap Louisa yang mudah simpati kepada orang lain dan takut mengambil risiko. Kisah-kisah keluarganya juga penuh kejutan dalam buku ini dimana terdapat perkembangan karakter, demikian pula dengan kehidupan keluarga Traynor yang berubah drastis.

Minusnya buku ini mungkin bahasanya sedikit vulgar dan gaya hidup remajanya bagi warga Indonesia mungkin agak terlalu bebas. Tapi buku ini tergolong wajar karena memang ber-setting di Inggris yang kehidupannya dan perilaku masyarakatnya agak berbeda dengan adat-istiadat di Indonesia, sehingga buku ini lebih pas dibaca kaum dewasa atau 21 tahun ke atas.

After You sudah tersedia di pasaran buku Indonesia. Kalian bisa membelinya di toko buku atau juga bisa membelinya secara online. Kalau saya kemarin membelinya di bukupedia di tautan berikut. Wah saya harap tidak bakal ada kelanjutannya lagi, meskipun ya seandainya ada mungkin saya bakal beli jika ada duit hehehe.

Detail Buku:
Judul : After You (Setelah Mengenalmu)
Pengarang : Jojo Moyes
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Genre : romansa
Rating : 7,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 9, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: