Linkin Park dan Hybrid Theory (I)

Saat berita kematian Chester Bennington, vokalis Linkin Park menyeruak, ada beberapa kawan bertanya mengapa tidak menulis tentangnya. Seorang kawan yang menjadi partnerku menonton konser kemudian juga kembali berkomunikasi denganku, berbagi rasa kehilangan denganku

Aku belum sanggup menulis tentang Linkin Park kala itu. Selama 16 tahun Linkin Park menyertaiku. Beberapa lagunya menjadi inspirasi, ada yang menjadi bahan membuatku cerpen juga ada yang menemaniku saat sedih, patah hati atau berlari.

Kehilangan Chester bukan hanya kehilangan sosok vokalis yang memiliki scream yang khas dan enak didengar. Ia salah satu nyawa Linkin Park. Memang aku agak kecewa dengan album-album terakhir Linkin Park sehingga kemudian aku lebih mengunggulkan Corey Taylor, Slipknot, dibanding Chester dan Linkin Park dalam hal konsistensi dan idealismenya. Tapi kurasa sejak album Reanimation, terlihat bahwa Linkin Park punya karakteristik dinamis, mereka suka bereksplorasi. Album demo Xero juga berbeda dengan album Hybrid Theory.

Aku perlu waktu untuk menuliskan Linkin Park. Sejak dua hari kemarin aku menulis tentang Linkin Park dan mungkin banyak artikel tentangnya ke depannya. Karena bagiku tidak cukup mengungkapkan kesan-kesanku akan Linkin Park dalam satu artikel. Band ini salah satu yang memberikan pengaruh padaku, seperti halnya Nirvana, The Cranberries, Blink 182, Radiohead, Live, Korn, Mew, dan Slipknot.

Aku akan mencoba menulisnya dalam dua kondisi, seperti yang kurasakan saat aku mendengarnya 16 tahun silam dan pada saat ini. Aku telah memulainya dengan Xero dan akan kulanjut dengan Hybrid Theory yang dirilis tahun 2000 dan populer di Indonesia sekitar 2001.

Album pertama Linkin Park begitu menghentak. Banyak lagunya yang menjadi hits. Ada beberapa lagu yang agak membosankan dan mirip-mirip. Ada juga yang underrated, sebenarnya bagus tapi tidak populer.

Pada album yang di bawah label Warner Bros ini Linkin Park digawangi oleh Michael Kenji Shinoda, Chester Bennington, Joseph Hahn, Robert Bourdon, Bradford Philip Delson juga Dave Michael “Phoenix” Farell. Lagu-lagu dalam album ini khas berkat kombinasi vokal unik Chester dengan gaya rap Mike Shinoda. Adanya turntable dan sampling dari Mr Hahn juga membuat lagu Linkin Park memiliki ciri khas.

Ada 12 lagu dalam album ini, salah satunya adalah lagu instrumentalia karya Mr Hahn. Dalam album edisi Jepang ada tambahan lagu My December yang sendu dan High Voltage.

Yuk simak lagu-lagu dalam album Link Park paling awal saat Chester bergabung.

Crawling
Crawling lagu yang paling populer dari album Hybrid Theory. Rasanya aku sudah sering mengulas lagu ini. Lagu ini dibikin oleh Linkin Park berdasarkan masa lalu Chester yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang sekelilingnya hingga kemudian lari ke narkotika.

Menilik video klip dan liriknya lagu ini mengisahkan seseorang yang depresi. Perempuan dalam lagu tersebut sering mengalami tindakan abusif dari ayahnya.

Melihat baris liriknya ada sesuatu yang coba dilupakan, bisa jadi luka masa lalu atau keburukan masa silam yang kembali menyeruak. Ingatan itu menguras energi dan terus membayangi sehingga membuat perasaan tidak nyaman dan cemas.

Chester sendiri beranggapan lagu ini paling sulit ia nyanyikan. Porsi ia bernyanyi di lagu ini besar dibandingkan Mike Shinoda. Lagu ini juga baginya bersifat personal. Ia merasa lagu ini cerminan upayanya berjuang mengatasi ketergantungannya pada narkoba, dimana ia merasa sulit dihentikan juga cerminan masa lalunya.

Lagu ini sempat dibawakan Chris Martin saat konser untuk menghomati kepergian Chester Bennington. Lagu ini sendiri banyak dipuji dan raih penghargaan grammy untuk best hard rock performance pada tahun 2002.

Crawling in my skin
These wounds they will not heal
Fear is how I fall
Confusing what is real

Runaway
Runaway merupakan lagu keenam Linkin Park yang mengutarakan kekecewaan, keraguan dan keinginan untuk mendapatkan jawaban atas segala tanda tanya ini, termasuk membuka pikiran atas segala hal.

Intronya dibandingkan lagu-lagu Linkin Park dalam album ini termasuk biasa. Lagu ini menurutku memiliki keunggulan dengan liriknya yang mudah diingat dan bagian bridge yang seperti oase di padang pasir. Musik dan cara Chester bernyanyi di bagian bridge dengan Mike sebagai background dengan gaya bermusik rap itu bagian yang ditunggu.

I’m gonna run away and never say goodbye
I’m gonna run away and never wonder why
I’m gonna run away and open up my mind

Lagu Runaway awalnya adalah lagu demo Linkin Park berjudul Stick N’ Move saat band masih bernama Xero. Lagu ini diciptakan personel band bersama Mark Wakefield. Runaway juga ada dalam album Reanimation dengan versi yang berbeda.

Papercut
Lagu ini salah satu favorit dalam album Hybrid Theory. Aku suka video klip dan gaya kompak Mike Shinoda dan Chester Bennington. Porsi rap Mike di sini lumayan banyak. Menurutku salah satu rap terbaik Mike dalam album ini. Musiknya energik dan dinamis dengan banyak distorsi.

Para personel band dalam ditampikan satu-persatu dalam video klip yang disutradarai Nathan Cox. Mereka seperti dalam sebuah rumah berhantu dimana lukisan bergerak dan ada bagian rumah yang penghuni misteriusnya mulai melakukan hal yang menyeramkan.

Lagu ini tentang paranoid. Rasa cemas dan was-was berlebihan. Papercut juga menjadi original soundtrack film The One yang dibintangi Jet Li, Carla Gugino, dan Jason Statham.

It’s like I’m paranoid lookin’ over my back
It’s like a whirlwind inside of my head
It’s like I can’t stop what I’m hearing within
It’s like the face inside is right beneath the skin

In The End
Lagu ini sangat populer dulu waktu ku remaja. Lagunya bagus cuma karena sering diputar mana-mana aku masih agak bosan hingga sampat saat ini.

Intro pianonya sederhana namun juga menggelitik. Kemudian Mike lebih banyak ngerap dengan selingan vokal Chester, baru di bagian chorus Chester mengambil alih.

Lagu ini berkisah tentang pentingnya waktu dan jangan membuang waktu dengan terlalu mempercayai seseorang. Karena siapa tahu orang tersebut berkhianat dan kita kehilangan semuanya.

I tried so hard
And got so far
But in the end
It doesn’t even matter
I had to fall
To lose it all
But in the end
It doesn’t even matter

Points of Authority
Membosankan. Aku kurang suka lagu ini sejak intronya. Lagunya agak datar. Lagu yang biasa ku-skip. Sebenarnya lirik lagunya bagus sih agar kita jangan terlalu drama dan tidak berharap orang lain memahami kita.

You like to think you’re never wrong
You have to act like you’re someone
You want someone to hurt like you
You want to share what you’ve been through

With You
Aku sering tertukar antara lagu With You dan Runaway. Menurutku kedua lagu ini agak mirip dengan poin unggul di Runaway. Yang asyik di lagu ini adalah intronya ala mendengar seseorang sedang nge-DJ dan scream Chester di bagian tengah lagu.

Lagu ini berkisah tentang seseorang yang merasa lekat dengan orang yang pernah akrab dengannya. Ia masih bisa membayangkan sosok otang tersebut dalam benaknya, baik dari segi emosinya sehingga ia merasa terperangkap masa lalu.

It’s true
The way I feel
Was promised by your face
The sound of your voice
Painted on my memories
Even if you’re not with me

Bersambung

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 11, 2017.

20 Tanggapan to “Linkin Park dan Hybrid Theory (I)”

  1. lagu linkin park yang pertama kali aq tau yg Crawling. lagu itu kayaknya pas jaman2 aq SMA

  2. Wah dr 8 band yg mbak sebut paling memengaruhi hanya 3-4 yg kujuga suka hehehe….emang jd musik pengiring hidup.bgts yaaaah mereka

    • Benar mba Wawa, musik itu bisa menjadi teman sehari-hari, teman curhat dan sebagainya. Karakter lagunya juga bisa mempengaruhi karakter pendengarnya. Hehehe analisa awam.

  3. Salah satu lagu fave Linkin Park aku adalah Petrified. Agak2 anti mainstream dibandingkan temen2 aku yang suka lagu2 hits LP yang lain.

    Oiya, aku dulu punya murid karyawan Mahkamah Konstitusi yang fans berat LP dan kaya masuk lingkaran fans yang kalau konser selalu dikasih akses back stage utk ketemu personel LP terus email2an gitu sm LP. Seru banget lho. Sampe sirik lihatin foto2 dia sama Mike Shinoda.

    • Petrified seingatku bukan lagu LP melainkan proyek sampingan Mike Shinoda dengan band Fort Minor-nya. Memang agak jarang dibahas.Lagunya lebih ke hip hop. Btw terima kasih sudah berkunjung mba Tya.

  4. Sayang ya mba hidupnya diakhiri dengan cara seperti itu. Kira2 akan ada karya yg ngehits lagi gak ya..

  5. apakah cuman aku yang tak tahu LP ini hehe

  6. semoga masih bisa eksis dan di terima penggemarnya

  7. Gak nyangka referensi lagunya out of the box semua….

    Keren

  8. Lagu kesukaan mantan aku yang udah tiada neh. Aku tahu lagu-lagu linkin park ya pas zaman pacaran ama cinta pertama #eaaah.

  9. In The End ini lagu wajib karaoke aku, lho!

  10. Kalo sudah menjadi idola, ketika kehilangan jadi melekat banget di hati ya mba, berasa kehilangan saudara kandung. RIP for Chester Bennington

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: