Alasan Ini Membuatku Susah Meninggalkan Kopi

Air telah mendidih. Aku pun menuang air tersebut ke gelas tinggi yang telah berisi kopi hitam bubuk dan sedikit gula. Ketika air mendidih bersentuhan dengan bubuk kopi, wanginya menguar mengisi satu ruangan. Hemmm wangi kopi yang nikmat, membuat mataku benar-benar ‘terbangun’. Aku siap bekerja.
Kopi sudah menjadi sahabatku sejak kecil. Aku lupa kapan persisnya, yang kuingat sebelum aku berangkat sekolah saat SD aku selalu menyeruput kopi hitam terlebih dahulu. Sebagai energi juga sebagai pemberi semangat karena sekolahku dimulai pukul 06.30 dan berakhir lewat pukul 12.00. Kopi hitam buatan mama tersebut juga membuatku terasa hangat. Aku siap berjalan kaki menuju sekolah menembus jalanan kota Malang yang masa itu masih dingin dan berkabut.
Mama dari dulu suka membeli membuat kopi dari kopi bubuk. Salah satu merknya adalah Kapal Api, yang menurut ayah aromanya dan juga kualitas kopinya lebih mantap. Kalau ayah sukanya kopi yang pekat, sedangkan aku suka kopi hitam yang agak encer. Terkadang juga kutambahkan dengan susu bubuk untuk membuat kopi susu ala amatiran.
Kopi hitam ini bak sebuah tradisi di keluarga kami. Di rumah selalu ada secangkir kopi, demikian juga di rumah nenek, yang berada di sebelah rumahku. Nenek malah punya mug besar yang berisikan kopi hitam dan boleh diminum siapa saja. Biasanya petang hari aku suka minum kopi di meja makan nenek sambil menyantap pisang goreng buatan nenek dan melihat tingkah polah kucing-kucingnya yang lucu.


Ya,kopi selain nikmat, memberiku banyak kenangan. Setiap kali aku menjerang air untuk membuat kopi hitam, aku teringat betapa hangatnya ruang makan nenek dengan aroma kopi berpadu dengan camilan yang biasanya selalu tersedia di meja. Sering kali kami menikmatinya dengan deraian hujan dari balik jendela, yang masa itu hujan hampir selalu hadir di kota Malang.Hujan, sejuk, dan aroma kopi yang hangat. Hemmmm….
Saat aku kuliah di luar kota, aku kerap merindukan kopi hitam. Tapi tak apa-apalah masih ada kopi sachet yang bisa kunikmati dengan air dari termos. Saat itu jenis kopi dari Kapal Api makin beragam, dan aku mulai akrab dengan kopi susu dan kopi Mocha-nya. Tapi jika pulang ke Malang aku pun kembali asyik bersama kopi hitam baik buatan mama maupun buatan nenek tercinta.
Setelah Menikah Makin Giat Bereksplorasi Kopi
Jika dulu aku menganggap meminum kopi adalah kenangan dan tradisi, maka ketika mulai memahami kopi Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia, aku merasa malu. Ada banyak kopi Indonesia yang berkualitas tinggi dan banyak dipuji penikmat kopi mancanegara, kenapa aku tidak bereksplorasi kopi agar paham kenapa kopi dalam negeri itu nikmat dan patut diperkenalkan.
Aku mulai suka memesan kopi dan membeli kopi lokal jika bepergian ke luar kota. Aku menikmatinya dalam rupa kopi hitam untuk menikmati kekhasannya. Rupanya Kapal Api juga memiliki niat serupa yaitu memajukan kopi dari bumi nusantara. Selain kopi hitam original, mereka juga memiliki varian kopi yang menggunakan bahan baku kopi lokal berkualitas, seperti Kopi Lampung. Aku pernah menuju perkebunan kopi di Lampung, sehingga paham bahwa kopi Lampung salah satu yang terbaik di Indonesia. Kopi jenis robusta ini memiliki kadar keasaman dan cita rasa yang pas.
Nah, selain menyukai kopi hitam, aku juga suka bereksplorasi kopi kemasan. Biasanya aku dan pasangan mencobai kopi kemasan dari pasar tradisional di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Ya di sana ragam kopi kemasannya begitu banyak. Salah satu uji cobanya adalah Kopi Kapal Api yang diproduksi oleh PT Santos Jaya Abadi.
Aku telah mencobai Kopi hitamnya yang versi gulanya lebih sedikit alias versi diet. Kopi ini pas untukku jika sedang malas menakar kopi hitam bubuk dan gula. Gulanya juga sedikit dan pas untuk takaranku sehingga tidak kemanisan.



Ada juga kopi White Coffee Grande baik dengan atau tanpa choco topping. Kopi ini creamy dan tidak memiliki ampas. Pas diminum kaum muda dan kaum hawa. Juga bisa diminum kapan saja. Aku dulu pernah membuat kopi pisang dan kopi alpukat dari varian ini, dimana kopi kucampur dengan buah-buahan tersebut lalu kumasukkan ke blender. Voila jadilah kopi yang segar dan unik.
Nah, jika ditanya kopi favoritku dari Kapal Api selain kopi hitam bubuk spesial, yaitu Kapal Api Grande: Java Latte. Wah wanginya itu lho, sedap banget sejak air panas bertemu dengan si kopi. Rasanya lebih tajam, perpaduan antara kopi, susu, dan krimernya juga pas. Kapal Api Grande:Java Latte ini paling sering kubawa ke kantor dan kawan-kawanku menyukainya. Sehingga jelas sih Kopi Kapal Api” “Jelas Lebih Enak”.
Ada beragam alasan yang membuatku susah meninggalkan kopi, terutama kopi Kapal Api. Selain karena kenangan, tradisi dan kebiasaan, kopi membuatku bersemangat dan menjadi sebuah pelipur ketika aku dikejar-kejar oleh pekerjaan. Rasanya yang sedap membuatku tersenyum dan moodku membaik. Ketika menghirup aromanya aku merasa lebih rileks, bak sebuah aromaterapi. Dengan mengonsumsi kopi produk dalam negeri yang berkualitas, aku juga ikut memajukan petani kopi lokal.
Nah itu ceritaku bersama kopi #KapalApiPunyaCerita. Bagaimana dengan Kalian?


[…] Seems about right. […]
Wah jadi pengen nimbrung sama pencinta kopi. Postingan yang menarik. Salam
Kopi biasa saja, bukan jenis kopi kekinian😆
Ya iyalah bukan kopi “kekinian”(ya opo iki toh). Saya penyuka kopi tubruk. Sehari-hari minumnya kopi
Hahaha. Iya kopi tubruk. Saya tadi ngopi tubruk di kedai Aceh di kawasan Blok M. Suka dengan peralatannya yang sederhana tapi hasil kopinya sedap.
Cara mereka bikin kopi tariknya juga selalu menarik ditonton.
Duh kaya apa rasa kopinya? Yang saya tahu kopi seduhan sendiri? Cuma itu yang bisa saya nikmati
Rasanya nggak begitu masam, aromanya segar.
bagus sekali postingannya sangat bermanfaat, oh iya kungjungi lama saya juga yang membahas segala sesuatu tentang kopi yuk di
Salam kenal Aziz. Aku hapus link hidupnya ya. Tapi aku tadi udah ke sana dan baca beberapa artikelnya. Wah salut fokus banget di perkopian. Moga-moga kalau aku pulkam ke Malang bisa main ke kedai kopinya.
saya coffee lover juga .. baca tulisannya berasa nyium aromanya nih… jadi pengen ngopi deh sekarang…sayag uda jam 6 lewat.. kalau di atas jam 6 sore ngopinya pasti nanti malam mataku segar gk bisa nutup deh… kudu sore2 jam 4… thak you for sharing
Hehehe salam kenal Dona
salam kenal juga Dewi…:)
aku bukan peminum kopi tapi suka dengan aroma kopi yang diseduh dengan air panas.
sekarang makin banyak orang suka dengan kopi lokal yang kualitasnya udah mendunia 🙂
Iya harumnya sedap.
wah betul banget, enak kali aroma dari kopi kapal api ini.
Sedap!
Aku tidak terlalu suka kopi, drumah memang selalu ada persediaan kopi untuk tamu, tapi kami jarang menyeduh kopi. Kapal api memang kopi legend, dr aku kecil sudah ada.
Kalau di rumah malah sebaiknya, penuh kopi berbagai varian hehehe. Ada mesin pembuat kopi juga, komplet
Wooowww dari SD udh mulai nyeruput kopi? Ak baru kenal dan doyan kopi itu sekitar 4thn yang lalu. Tapi itupun gak doyan kopi hitam.
Dulu SD jam 6 sudah masuk, jadinya perlu ganjal mata hahaha.
Aih dari SD udah sering minum kopi ya mba, dulu akupun gitu tp es kopi seringnya. Tapi lama kelamaan lambungku ga kuat, jd sampe skrmg kalo minum kopo keseringan suka sakit maag. Tp wanginya kapal api hitam ini sungguh menggoda ya… Hehe.
Iya sejak SD mulai minum kopi. Kalau aku nggak bermasalah dengan lambung. Dulu kena maag gara-gara telat makan, tapi sekarang baik-baik saja.
Kopi kapal api emang nikmat warbiyasaaakkk
Tiada tanding tiada banding 🙂
Hehehe
Kopi favorit keluarga. Aromanya emang khas banget, dari jauh kalau ada yang nyeduh udah bisa nebak pasti itu kopi Kapal Api.
Hehehe iya sedap dan aromanya itu lho
coba main ke kedai kopi kecil mba, banyak kopi daerah asli kita enak enak loh
Iya ya. Yuk nyobain.
Mari kita menikmati sensasi dari kopi ini. Enak ini!
Yuk
Kapan Api emang enak ya mba, wanginya itu loh khas, aku lebih suka yg grande, pecinta kopi susu soale hehe
Iya wanginya sedap, menggoda
dulu gw takut banget minum kopi krn punya mag, skrg stlh beres mag jd ketagihan. haha pagi harus kopi buat buka mood.
Aku juga ada maag tap gara-gara dulu suka telat makan jaman kuliah, tidak ada hubungan dengan kopi. Karena sekarang tiap hari umumnya 2 gela tapi tidak masalah.
Aku juga suka ngopi mba, susah banget ninggalin kebiasan ngooi. Apalagi kalau lagi bikin laporan semaleman.
hehehe aku sukanya minum kopi waktu pagi dan petang.
Aku si jarang minum kopi merek ini. Tapi suka juga minum kopi hitam. Wong aku nyetok juga buat suamiku di rumah.
Aku biasanya belanja kopi buat sebulan, tapi kalau lagi belanja ke pasar, suka lihat-lihat dan akhirnya beli kopi produk baru.
kopi yang harus ada dirumah, biasa diminum sama paklek dan sepupu
Hahaha
Bukan tukang ngopi tapi suka juga ngopi pas penat dan harus panas.
Kalau yang panas saya sukanya yang kopi hitam
Saya gak bisa minum kopi mbak, dulu pernah akal-akalan minum kopi pas kerja karena mengantuk. yang ada bukannya kerja jadi semangat malah kepala gliyengan.
Kalau saat ini, saya berani minum kopi kalau lg ngantuk di perjalanan. itupun kopi yang ada campuran krimernya 😀
Hehehe beda orang memang bisa beda efek kopi ke tubuh. Kalau saya malam-malam minum kopi juga tetap bisa tidur:p
Waaw penggemar kopi ternyata, aku sejak diet jarang banget ngopi
Iya Pak Agung suka eksplorasi kopi
Mantablaaah masternya kopi haha ingatlah masa depan mba ketika kamu meneguknya 😦 maka lama kelamaan kecanduanmu akan berhenti haha
Kok kesannya minum kopi negatif ya? Menurutku ngopi malah bagus untuk kesehatan asal masih sesuai batasan. Kalau menurut artikel kesehatan di bawah 4-5 gelas masih oke dan malah disarankan untuk minum kopi per hari karena khasiatnya banyak.
kopi kapal api …kopi klasik endonesyaaah. saya juga inget waktu kecil suka ikutan kakek ngopi dituang ke piring kecil, katanya biar gak terlalu panas, lalu seruput yang dalam dan panjang … nikmaaaaaat
Kalau yang kopi susu paling enak yang Java Latte
Aku juga penyuka kopi.tapi kapal api grande ini aku belum pernah coba nih..
Cobain mba Oline, enak lho
Dulu aku juga suka kopi waktu jaman kuliah. Sekarang sih jarang2 minum kopi. Tapi bau kopi itu bikin ngiler ya.
hehehe iya, kadang cuma mencium aromanya kopi milik teman sudah bikin lebih bersemangat
Aku sekarang sudah bisa pelan2 mengurang kopi mbak.
Aku masih suka, biasanya 2-3 gelas per hari. Aku baca di artikel kesehatan, kopi malah bagus untuk kesehatan, terutama mencegah kepikunan,asal tidak lebih dari 5 gelas sehari.
Kayaknya sudah kecanduan ya Mba?kecanduan kopi.
kebiasaan kali ya, kalau kecanduan sebenarnya gpp sih kalau misalkan ga minum 1 hari sampai seminggu, cuma merasa ada yang kurang.
Istilah kecanduan konotasinya negatif. Padahal ngupi bukan sesuatu yang negatif.