Berebut Perhatian

Akhir-akhir ini si Nero suka menghabiskan waktu di rumah. Biasanya ia habis sarapan atau makan malam suka berkeliaran. Tapi akhir-akhir ini ia semakin manja dan meminta perhatian. Ia kuatir rasa sayangku berkurang dan berganti ke tiga anak kucing baru. Si Kecil juga demikian. Ia mulai merasa iri.

Dulu hanya si Mungil dan Nero yang berebut perhatian. Kini semakin banyak kucing semakin bingung memeliharanya. Kucing-kucing ini datang dengan sendirinya. Aku tak tega mengusirnya.

Si Kecil termasuk keponakan si Nero. Diberi nama Kecil karena pertumbuhannya gitu-gitu saja. Dia termasuk kecil untuk ukuran seusianya. Si Kecil suka sekali dielus-elus. Kulitnya hitam abu-abu membosankan, tapi ia kucing yang manis.

Tiga anak kucing hadir sejak bulan lalu. Ketiganya lincah dan kadang-kadang membuatku kewalahan. Tanamanku dirusak oleh mereka. Tapi ulah mereka membuatku terhibur.

Aku berupaya membagi rata kasih sayangku. Ada anak kucing berambut tebal dan panjang dengan ulah nakal seperti Nero kecil. Ia yang paling kusayang setelah si Nero.

Melihat aku memberinya makan, si Nero memandang dengan iri. Demikian pula si Kecil. Wah kayaknya bujetku untuk para kucing makin banyak nih. Doakan rejeki lancar ya kucing-kucing, hasilnya buat Kalian juga.

~ oleh dewipuspasari pada Desember 29, 2018.

12 Tanggapan to “Berebut Perhatian”

  1. Berebut perhatian tidak hanya pada manusia sajatapi pada binatang kesayangan bisa terjadi jika itu terjadi pada kucing, sedangkan dirumah saya pada ikan arwana yang saya pelihara sejak kecil bisa menari jika diputarkan lagu dangdoed atau berlenggak-lenggok mengajak untuk di ajak bicara seolah mengerti bahasa manusia, senang diajak bucara terbaca dari gerak-geriknya padahal saya tidak mengerti bahasa ikan tapi melalui gerak bahasa tubuhnya seolah ikan mengerti dan saya mengerti itulah feeling vs iklas..

    • Hihihi lucu ikan arwananya

      • Lucu, menggemaskan dan banyak ceritanya, dulu awalnya diberi teman ikan arwana jenis brazil sudah besar, beliau memelihara sudah 5 tahun dan sepasang ditempatkan dalam satu aquarium diberikan kepada saya satu karena berkelahi terus, saya pelihara ikan itu juga lima tahun total umurnya jadi sudah sepuluh tahun dan panjangnya sudah hampir satu meter sampai akhirnya mati mungkin sudah terlalu tua atau karena dipisahkan dengan pasangannya WuAllahualam, kemudian saya lanjutkan pelihara Arwana Irian jenis Batik karena warnanya seperti kain batik sejak kecil sebesar jari 10 Cm selama 10 tahun untuk yang jenis seperti ini pertumbuhannya tidak memanjang tapi melebar atau membesar dan saya beri nama si “Oneng” lincah, lucu dan menggemaskan dan pencemburu suka pada anak kecil, jika ada anak kecil menempelkan jarinya di dinding kaca aquarium maka ia akan mendekat dan mengajak bermain, sampailah suatu ketika teman saya berkunjung ke rumah bersama suaminya orang Amerika, satu hal yang aneh dan unik ditunjukan oleh prilaku si Oneng karena biasanya si Oneng kurang begitu suka dengan orang dewasa kecuali saya dan isteri, tapi kali ini oneng suka dengan temanku , hal ini terlihat ketika temanku menyentuhkan tangan ke kaca Aquarium, si Oneng mendekat dan mengajak bermain-main terlihat akrab sekali, sementara yang saya tahu sepertinya temanku suka pada si Oneng, disitulah naluri ikan terlihat jika disukai maka iapun akan menyukai sampai-sampai suaminya yang orang bule mendekat dan ikut bermain-main, mula-mula si oneng takut sama orang bule tersebut dengan cara menjauh, tapi kemudian mendekat lagi mungkin karena suka dengan temanku, kemudian si bule mulai dengan candanya yang konyol dengan cara seolah sedang memegang pancing dan melalui gerakannya seolah melempar pancingnya ke arah si oneng dan menarik talinya, menggulung seperti orang memancing sedang “Strike” si Oneng kembali menjauh, kemudian mendekat lagi, temanku dan suaminya tertawa-tawa gembira, kemudian si bule itu bertanya pada saya sudah berapa tahun pelihara ikan ini? Aku blang sudah 8 tahun, kata si bule kasihan itu si oneng seandainya si oneng hidup di danau sudah bisa berjalan ratusan kilometer tapi karena hanya di dalam aquarium maka cuma muter-muter dalam ruangan 1 M X 3 M, ha…ha…betul juga itu pemikiran si bule, seolah manusia itu egois karena hobi dan kesenangan membatasi ruang gerak si oneng, aya-aya wae pemikiran bule genius he3X…sampailah pada waktu musim kemarau panjang krisis air sehingga air aquarium agak jarang diganti, dan waktu iti badan si oneng seperti ada jamurnya, sehingga saya belikan obat untuk mengobati jamur di badannya, entah karena air yang mulai jarang diganti karena krisis air, atau karena obat yang saya berikan sudah kedaluarsa sehingga menimbulkan busa, disuatu sore habis asyar saya sedang ada di kamar sebelah aquarium terdengarlah bunyi “bledak” dari dalam aquarium dan saya dekati ternyata bunyi tersebut dari si oneng yang membenturka badannya pada aquarium, saya bingung ada apa gerangan, karena sangat jarang hal itu terjadi pada si Oneng, kemudian saya bacakan surat Yasin, setelah magrib sa’at saya sedang makan malam, kebetulan ruang makan ada disebelah aquarium ketika kebetulan saya sedang melihat ke arah aquarium si Oneng terlihat setengah berdiri sambil megap-megap, maka paniklah saya dengan berbagai tindakan untuk menyelamatkan nyawa si oneng dengan cara menguras cepat air aquarium, menggantinya dengan air aqua, kemudian mengangkatnya dan dipindahkan ke bak mandi, tapi semua usaha, upaya dan ikhtiar sepertinya sia-sia, hingga si oneng menghembuskan napasnya yang terakhir dipangkuan tangan saya Innalillahi Wainnalillahi Rojiun si Oneng Wafat, sedih sekali, duka sekali sudah dirawat sejak kecil hingga besar, lucu, mengemaskan dan menyenangkan harus meninggalkan kita, dengan kepergian ikan arwana kesayangan si Oneng saya mendapatkan hikmah bahwa cinta tidak bisa dibagi, dan bila sudah waktunya tiba maka kita akan ditinggalkan untuk menghadap Sang Maha Pencipta, dan kebetulan kesayangan, piara’ an jika disukai orang maka ia akan meninggalkan, seperti burung mau diminta atau dibeli tapi kita tidak berikan maka burung tersebut akan lepas, negitulah sekilas kisah perjalanan si Oneng ikan arwana pelihara’anku, selamat beristirahat dan terima.kasih atas atensinya membaca artikel ini, salam

        • Hiks sedih ceritanya. Aku dulu juga punya ikan arwarna. Biasa diberi makan kodok kecil dan cecak. Dia anggun. Hingga suatu saat mati lampu dan gelembung nafasnya tidak jalan. Ia tak tertolong. Sejak itu akuarium diisi koki tapi lama-lama akuariumnya tak digunakan lagi. Padahal dulu rajin bersihkan akuarium waktu masih diisi arwarna dan ikan sapu-sapu.

  2. Perhatian binatang peliharaan ada batasnya, supaya kita tidak terjebak oleh pengkutuban hak selerasi.

  3. Kucing aka diperhatikan apalagi pasangannya? Hehehe

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: