Kenapa Penulis Perlu Gemar Membaca?

Apakah bisa menulis tentang diri sendiri, keluarga, dan sekelilingnya? Bisa juga sih. Ada berbagai karya sastra tentang semi otobiografi seperti “Pengalaman Masa Kecil”-nya Nur St. Iskandar. Lantas kenapa penulis tetap disarankan untuk banyak membaca?

Menulis dan membaca itu merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tapi tidak semua orang menyukai aktivitas ini. Ada yang suka menulis tanpa membaca, begitu pula sebaliknya. Ada yang tak suka kedua-keduanya. Sebaliknya, ada yang gemar melakukan keduanya.

Para penulis tidak semuanya gemar membaca. Tapi sebagian penulis besar lahir karena banyak ilmu dan referensi yang ia peroleh dari pengalaman dan kebiasaannya membaca.

Ada beberapa buku tentang semi otobiografi yang populer.Tentunya tidak bisa disimpulkan apakah penulis semi otobiografi ini juga gemar atau tidak membaca

Tapi buku-buku dan tema-tema ini bisa dijadikan rujukan. Dari tema tersebut sebenarnya seseorang yang tak suka membaca juga bisa melahirkan karya. Contoh buku populer tersebut adalah “Little House on The Prairie”, “Negeri Lima Menara”, dan “Laskar Pelangi”. Kisah-kisah dalam buku ini berdasarkan pengalaman dengan ditambahi sedikit bumbu agar lebih dramatis.

Pengalaman masa kecil tentunya tak harus dibahas semua. Bisa diambil bagian yang unik atau momen yang membuat kita melakukan keputusan besar. Misalnya kita tinggal di pulau terpencil. Kita kemudian terpaksa harus pindah karena nenek sakit dan tak ada dokter di sana. Momen saat tinggal di pulau tersebut, kemudian kenangan dan cinta yang kuat pada seorang nenek kemudian menggerakkan seseorang yang tak pernah meninggalkan pulau untuk bergerak, melakukan apa saja untuk orang yang disayangi.

Atau juga bisa membuat cerita tentang duka yang berakhir bahagia. Misalnya Kalian tidak diterima di jurusan yang diidamkan, tapi kemudian Kalian mendapat tawaran beasiswa di bidang seni yang sangat ekslusif di luar negeri. Ketika lulus kalian kemudian bergabung di sebuah studio besar Hollywood. Kalian bisa bercerita tentang rasa keterpurukan ketika Kalian tidak diterima, kemudian rasa tidak percaya ketika kemudian melangkah ke bandara untuk berkuliah dimana Kalian tak pernah membayangkannya saat itu.

Tulisan lainnya yang bisa dibuat oleh mereka yang tak suka membaca adalah tentang pengalaman dan kondisi sekeliling. Kalian bisa bercerita bagaimana jalan yang mulus bisa mengubah kehidupan penduduk di sekitar. Atau bisa bercerita bagaimana senangnya Kalian bisa tiba di sebuah tempat wisata impian.

Jika memang bisa menulis tanpa membaca, kenapa perlu banyak membaca?

Yang pertama, Kalian akan mendapat pengalaman tentang seni sebuah tulisan. Aku ingat tergerak untuk ingin bisa membuat karya karena membaca buku-buku dongeng HC Andersen. Aku terketuk untuk suatu ketika membuat sebuah dongeng yang indah, yang memberikan harapan dan hiburan ketika pikiran lelah.

Ada lagi sebuah buku yang memiliki ritme sehingga setiap baris tulisannya memiliki rima, seperti membaca sebuah puisi. Tentunya tak mudah memikirkan diksinya. Semakin banyak membaca, pengalaman itu akan bertumpuk dan memperkaya imajinasimu.

Dengan banyak membaca maka inspirasi akan tanpa batas. Penulis Karl May yang beken dengan kisah Winnetou rupanya dulu berada di dalam tahanan ketika menuliskan kisah-kisah ini. Ia begitu detail menggambarkan pegunungan Rockie, bagaimana penampilan dan karakter suku Sioux dan Apache. Ia mendapatkan detail tersebut dari membaca.

Sumber inspirasi memang banyak. Kalian bisa meraihnya lewat pengalaman, pengamatan, dan juga membaca. Aku biasanya membaca berita, hal-hal konyol di 9gag, dan juga hal-hal seru di media sosial. Kadang-kadang aku mendapat ide dari sebuah gambar di situs tersebut, yang tak ada kaitannya dengan berita yang kubaca. Seperti tulisan kali ini. Aku mendapat inspirasi dari gambar pena dan kertas yang ada di sebuah situs.

Saat membaca Kalian bisa jadi terinspirasi untuk mengembangkan sebuah topik yang di tulisan tersebut belum dikembangkan, misalnya tentang setelah kayu jati dipastikan sebagai bahan pembuat kapal Nabi Nuh, lantas apa yang bisa dilakukan peneliti selanjutnya?

 

Dengan membaca maka tulisan kalian akan lebih kaya. Tulisan seseorang yang banyak membaca umumnya lebih kaya, dari segi kosakata dan informasinya. Misalnya kita hendak membuat cerita dengan latar kota Surabaya tanpa pernah ke kota tersebut, apa yang harus dilakukan? Ya, dengan riset, membaca dan melakukan wawancara ke mereka yang pernah tinggal di sana.

Banyak membaca akan membuat Kalian bisa mengukur kualitas tulisan Kalian. Apakah bahasanya sudah mengalir, pemilihan bahasanya sudah pas, dan mengapa tulisanku lebih sedikit pembaca dari si A?

Mereka yang sulit untuk menulis dengan tema dan gaya tertentu, bisa melakukan tips ini, yaitu amati dengan membaca, tiru, dan berlatihlah hingga menimbulkan karya yang sesuai dengan ciri khas Kalian. Aku melakukan cara tersebut awal-awal ketika menjadi wartawan.

Waktu itu aku kesulitan membuat gaya tulisan ‘straight news’ karena terbiasa dengan ‘feature’. Aku berlatih keras dengan banyak membaca tulisan berita dan mencoba menirunya. Setelah lama berlatih maka aku pun bisa melakukannya dengan tetap memasukkan gayaku.

Membaca itu proses yang menyenangkan. Ketika Kalian merasakan suatu ‘klik’ dan ingin menulis maka lakukan hingga batin puas.

Gambar: amreading, theindependentpublishingmagazines, slideshare

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 11, 2019.

8 Tanggapan to “Kenapa Penulis Perlu Gemar Membaca?”

  1. Sedikit banyak belajar dari tulisan ini..terima ksh sudah berbagi ilmu

  2. ibarat hidup membaca adalah bernafas menurut saya susah kalo nulis tanpa membaca, bisa membaca apa saja seperti membaca buku membaca keadaan hehe

  3. Karena klo nulis tanpa membaca gak dapat inspirasi

  4. Kebanyakan baca malah jadi lupa kalau mau menulis sesuatu dan larut terbenam dalam bacaan 😂

Tinggalkan Balasan ke ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: