Infrastruktur yang Merata Bikin Makin Bersemangat untuk Berwisata

Infrastruktur itu salah satu kunci sukses pembangunan di sebuah negara. Ada berbagai jenis infrastruktur, salah satunya berupa jalan, baik jalan di sebuah daerah, jalan lintas provinsi, jalan tol, maupun jembatan penghubung. Apabila infrastruktur jalannya sudah merata dan telah menghubungkan berbagai daerah maka tentunya akan sangat berkontribusi bagi perkembangan ekonomi dan wisata di negara tersebut.

Aku telah beberapa kali merasai manfaat dari pembangunan infrastruktur jalan ini. Terutama ketika melakukan perjalanan jarak jauh ketika pulang ke kampung halaman, yaitu ke Malang dari Jakarta. Oleh karena waktu tempuhnya yang relatif lebih pendek daripada sebelumnya maka badan terasa tidak mudah lelah dan timbul keinginan untuk eksplorasi wisata di daerah-daerah sekitar.

Pengalaman merasai tol dari Jakarta hingga Malang ini kualami dua kali, saat momen mudik pada tahun 2018 dan beberapa waktu lalu ketika berlibur ke kota Surabaya dan kota Malang.

Dulu jika aku dan kakak pulang kampung pada saat bulan-bulan non jadwal mudik maka durasi perjalanan sekitar 12 jam baru tiba di Semarang atau Yogyakarta. Biasanya kami beristirahat semalam baru kemudian melanjutkan perjalanan lagi keesokan harinya. Waktu tempuh masih cukup jauh yaitu 8-10 jam lagi.

Tapi kini sejak adanya tol Trans Jawa, tol yang menghubungkan daerah-daerah di Jawa dari daerah bagian barat hingga daerah bagian timur daratan Jawa, maka total waktu perjalanan dari Jakarta hingga Malang berkisar 14-15 jam. Kami bisa tiba pada hari yang sama dan tidak perlu menginap. Lebih hemat waktu dan biaya.

Trans Jawa membuat perjalanan jadi lebih singkat

Aku masih ingat betapa berbedanya perjalanan jarak jauh dulu dan kini. Aku sudah beberapa kali merasai pulang kampung dengan lintas darat. Dulu pengalaman pertamaku dari Jakarta ke Malang belum banyak tol. Kami melintas Simpang Jomin yang sempit dan bersaing dengan bus, lalu melewati Pantura hingga Semarang, baru kemudian menuju Solo, Nganjuk, Pare, hingga ke Malang.

Perjalanan kemudian terbantu dengan adanya Tol Cipali, waktu yang terpangkas sangatlah lumayan. Hingga Cirebon hanya memerlukan wakfu sekitar tiga jaman. Aku ingat setelah Cipali dibuka, aku dan kawan-kawan berwisata ke Cirebon dan terasa beda jauh waktu perjalanannya. Dari yang 5-6 jaman menjadi 3 jaman. Alhasil kami bisa lebih banyak mengeksplorasi daerah wisatanya.

Pembangunan tol kemudian berlanjut hingga Brebes lalu hingga seperti saat ini, tol Trans Jawa telah menghubungkan daerah dari Jawa Barat, Jakarta kemudian ke kota-kota di Pantura hingga ke Malang dan ke daerah lainnya seperti Mojokerto dan Pasuruan. Perjalanan dari ujung barat Jawa ke ujung timur, yaitu Banyuwangi akan semakin mudah dan semakin cepat.

Mengusik Jiwa Petualang
Pengalaman paling anyar dengan Trans Jawa ini kualami ketika berlibur pada bulan September silam. Tidak sampai 14 jam kami berdua sudah tiba di Surabaya dari Jakarta dengan menggunakan Trans Jawa. Kami melakukan beberapa kali pemberhentian agar tidak bosan dan agar tidak mengantuk di perjalanan.

Jadi lanjut deh ke Madura

Gara-gara melihat jalanan yang mulus dan terhubung ini jiwa petualang kami pun terusik. Jika tahun sebelumnya kami mengeksplorasi obyek wisata hingga ke Jember dan Banyuwangi, maka kemarin kami mengeksplorasi pulau Madura.

Aku terkagum-kagum oleh indahnya Jembatan Suramadu lalu merasa puas dengan mulusnya jalan dari Bangkalan hingga Sumenep. Tiga jam perjalanan kami pun tiba di Sumenep, sebuah perjalanan spontan yang menyenangkan. Di pulau garam ini kami menelusuri jejak kebesaran Keraton Sumenep juga mencicipi keindahan pantai-pantainya seperti Pantai Salopeng. Tak lupa kami merasai masakan kebesarannya, bebek Songkem dan bebek Sinjay yang lezat.

Merasai bebek Madura langsung dari Bangkalan. Sedap!

Tahun sebelumnya kami merasai jalanan yang mulus menuju Jember dan Banyuwangi. Di Jember kami mengeksplorasi pantai-pantainya yang indah dengan latar karang-karang yang menawan, Papuma dan Watu Ulo.

Selanjutnya di Banyuwangi kami menikmati panorama Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen yang sungguh indah. Pada saat itu kami tergoda untuk menyeberang ke pulau Bali, lalu lanjut menyeberang ke Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, menikmati keelokan panorama alam dan kekayaan budaya nusantara. Wah seandainya kami bisa cuti panjang maka rencana ini perjalanan lintas darat dan lintas laut dari Jakarta hingga NTT ini ingin kami realisasikan.

Omong-omong ketika mengetahui Trans Sumatera sudah siap digunakan, aku juga jadi tertarik mencobanya, melakukan tur wisata dari Jakarta hingga ke ujung pulau Sumatera yaitu ke pulau Sabang. Wah aku bermimpi dulu saja, siapa tahu rencanaku ini terwujud kemudian.

Ke Dinotopia Batu-Malang tidak sampai sehari dari Jakarta

Infrastruktur Mendukung Kemajuan Perekonomian
Adanya tol dan jalan-jalan yang makin mulus antar kota ini membantu proses logistik. Perjalanan yang dulunya memakan waktu berjam-jam hingga sehari semalam kemudian jadi makin cepat. Dalam kalkulator logistik, waktu yang cepat berarti efisiensi.

Sayuran dan buah-buahan serta makanan yang mudah membusuk kini jadi lebih cepat tiba untuk dipasarkan. Biaya proses pendinginan selama perjalanan jadi berkurang. Ini membuat harga jual jadi lebih seragam dan merata. Proses distribusi yang dulu panjang juga jadi lebih singkat.

Proses logistik yang makin cepat dan mudah ini tentunya juga akan menyuburkan bisnis jasa pengiriman barang. UMKM dan usaha mikro akan semakin terbantu dalam mengirimkan produk-produknya ke berbagai daerah di Indonesia. Biaya pengiriman akan jadi lebih murah sehingga dananya bisa dialihkan untuk peningkatan mutu.

Hingga Banyuwangi jalanan mulus

Dengan adanya infrastruktur ini maka daerah-daerah bisa lebih tertantang untuk memerkenalkan produk-produk baru atau produk yang belum dikenal oleh masyarakat. Bisnis makanan atau kerajinan daerah bisa lebih mudah untuk diperkenalkan dan dipasarkan ke daerah-daerah lainnya.

Daerah-daerah Wisata Baru Mulai Diburu
Sejak film dengan latar obyek wisata marak seperti “Ada Apa dengan Cinta 2”, “5 cm” dan “Pasir Berbisik” maka daerah-daerah wisata seperti Yogyakarta dan Malang ramai disesaki wisatawan. Tapi dengan adanya pembangunan infrastruktur baik jalan maupun pembangunan bandara seperti bandara Banyuwangi maka daerah-daerah lainnya pun mulai menjadi daerah yang ramai wisatawan. Kini Kawah Ijen laris diminati wisatawan.

Daerah lainnya juga mulai menjadi obyek wisata baru yang diminati wisatawan, seperti Pacitan, Jember, Bondowoso, hingga pulau Madura. Dengan jalan yang mulus dan bandara yang semakin banyak maka membantu dalam melakukan perjalanan wisata. Ke mana- mana jadi terasa mudah dan cepat. Sehingga waktu untuk eksplorasi dan menikmati obyek wisata jadi lebih lama.

Omong-omong selama menulis artikel ini aku jadi makin penasaran untuk mencobai Trans Sumatera. Aku juga ingin mencobai bandara-bandara baru seperti Bandara Letung Anambas, Bandara Buntu Kunik Toraja, Bandara Pantar Alor, dan Bandara Miangas. Wah infrastruktur yang makin oke ini bikin jiwa berpetualangku jadi bangkit dan bersemangat. Kumpulin duit dan cuti dulu deh.

Kawah Ijen jadi makin rame

Info detail tentang perkembangan infrastruktur terkini bisa Kalian cek di:
Website Kemenhub: http://dephub.go.id
Sosial Media Kemenhub:
Twitter: https://twitter.com/kemenhub151
Facebook: https://www.facebook.com/kemenhub151
Instagram: https://instagram.com/kemenhub151

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 21, 2019.

6 Tanggapan to “Infrastruktur yang Merata Bikin Makin Bersemangat untuk Berwisata”

  1. Ketika presiden memimpin membuat sesuatu yang nyata, jadi hasilnya bisa dinikmati.
    Strategi yang baik, periode pertama adalah genjot pembangunan fisik sambil menyiapkan pembangunan non fisik, maka pas periode kedua bisa genjot pembangunan non fisik lebih keras sambil mengkoneksikan pembangunan fisik yang sudah ada di periode pertama 🙂

    Efek pembangunan jalan itu sangat terasa sekali.
    Perjalanan Jakarta – Pandaan pun terasa nyaman, tinggal mikirin buat bayar tol dan BBM nya saja hahaha

  2. Kita patut bersyukur krn Jokowi sdh berbuat bagi smua ini.

    Kita tunggu tinggal yg 5 thn lgi ini, ttg SDM. Ap gebrakannya

  3. Halo, kak. Salam kenal ya. Aku pun merasa senang dengan adanya jalan tol Semarang – Batang. Kotaku tempat aku tinggal (Kendal) jadi makin maju dengan adanya jalan tol Semarang-Batang.

Tinggalkan Balasan ke $cocoper6 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: