“Show Don’t Tell”, Mengganti Sebuah Kata dengan Deskripsi


Dalam penulisan artikel populer maupun cerita fiksi, ada petunjuk untuk melakukan show don’t tell, alih-alih menyebutkan sifat seseorang, rasa sebuah masakan, nama sebuah benda, dan sebagainya. Metode ini akan memberikan deskripsi yang lebih lengkap dan membuat pembaca akan lebih mudah membayangkan dalam benaknya.

Ada beberapa pengarang yang sangat jago dalam memberikan deskripsi sebuah tempat, masakan, dan karakter seseorang. Di antaranya Karl May pengarang Winnetou dan Old Shatterhand juga Laura Ingalls Wilder pengarang dari buku-buku “Little House on The Prairie”.

Dalam bukunya, Laura tidak langsung menyebut suasana pesta panen gula mapel yang meriah. Ia menggantinya dengan menyebut para tamu nampak asyik berdansa diiringi dengan musik dari gesekan biola ayahnya. Sedangkan anak-anak asyik menikmati gula mapel.



Sedangkan Karl May menunjukkan ada harapan ketika mereka hendak diserang oleh pihak musuh dengan menjelaskan deskripsi secara detail dari tempat tersebut. Tempat-tempat yang dijelajahi oleh Karl May sebagian nampak misterius dan membuat penasaran. Karl May memberikan narasinya dengan piawai, mengajak pembaca untuk ikut menyaksikan apa yang pernah dialaminya.

Penulis Indonesia yang mahir menggunakan metode ini di antara Dahlan Iskan dan Andrea Hirata. Sastrawan Balai Pustaka juga banyak yang jago dalam soal deskripsi dengan diksi apik. 

“Show don’t tell” akan memperkaya sebuah isi dari tulisan. Ia juga bisa digunakan dalam tulisan feature, kolom, dan artikel populer, selain fiksi.

Cara berlatihnya yaitu mengganti sebuah kata dengan penjelasan. Misalnya Kalian ingin berkata masakannya begitu nikmat.

Daripada langsung menggunakan kata ‘nikmat’ maka Kalian bisa menggunakan deskripsi seperti ini misalnya: Aroma masakan itu membuat perutku berkeruyuk, padahal sejatinya aku belum terlalu lapar. Dari segi penampilan dan aromanya, ia berhasil menggodaku untuk segera mengambil piring dan nasi, lalu menceduk masakan itu, sebuah kerang bertutup dan udang berteman dengan wortel dan jamur. Ooh tak hanya aromanya yang mengundang selera, masakan ini membuatku bersyukur bisa hadir di acara ini. Aroma dan rasa masakannya memenuhi indera penciuman dan indera pengecapku. Duh rasanya aku ingin nambah.

Bisa juga mencoba mengganti pemandangan yang indah dengan penjelasan yang detail. Misalnya panorama pantai dengan karang-karangnya begitu menawan. Nah kata ‘menawan’ ini juga bisa diganti dengan paragraf yang naratif tanpa menyebutkan sama sekali kata ‘menawan’. Kata ‘menawan’ juga bisa diganti dengan kalimat membuatmu tak henti memotretnya dari berbagai sisi.


Cobalah untuk berlatih menggunakan “show don’t tell” dalam tulisanmu.

~ oleh dewipuspasari pada April 14, 2020.

4 Tanggapan to ““Show Don’t Tell”, Mengganti Sebuah Kata dengan Deskripsi”

  1. Kurang panjang.. dan banyak contohnya mbak.. padahal.. saya lagi butuh, artikel seperti ini…

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: