Kucing dan Kesedihan

Nero
Sejak ia dewasa, Nero menjadi sering berkelana. Tak setiap hari ia pulang. Tapi suatu ketika ia tak berniat pergi ke mana-mana. Ia memilih bergelung ke pangkuan. Ia seperti menghiburku yang sedang menyesapi kesedihan.

Pada hari-hari tertentu aku lebih sensitif dan emosional dari hari-hari biasanya. Membaca sebuah kabar sedih, aku ikut menyesapi emosi dan kesedihannya. Padahal mereka tak kukenal.

Dan hari itu aku habis membaca kabar sedih. Sisi empatiku membuatku merasai sedih dari orang asing. Dan Nero menghampiri. Ia yang mulai menjauh kini terasa intim. Nero seperti Nero kecil. Ingin selalu dielus dan disayangi.

Mengelus-elus kucing itu memberika perasaan nyaman. Rasa sedihku menguar. Apalagi jika si kucing mendengkur atau memberikan tatapan manja. Si Nero yang dingin rupanya juga menyimpan kasih sayang.

~ oleh dewipuspasari pada Mei 28, 2021.

2 Tanggapan to “Kucing dan Kesedihan”

  1. Nero tahu perasaan hati kita lebih baik dari siapapunšŸ¤—

Tinggalkan Balasan ke arisnohara Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: