Singgah ke Stan Museum Bandar Cimanuk, Eh Ada Manuskrip Kuno
Pada saat Hari Museum Indonesia, aku mengunjungi pameran bersama museum yang diadakan di kompleks DPR. Salah satu stan museum yang menarik perhatianku adalah Museum Bandar Cimanuk yang terletak di Indramayu.
Karena ayah besar di daerah Heurgeulis Indramayu, aku langsung singgah. Stan ini menarik karena memamerkan naskah kuno berupa Al-Qur’an yang ditulis tangan dan naskah tasawuf masing-masing dari kertas Eropa dan daluang. Di tempat tersebut juga diperagakan cara menulis di atas kertas daluang, yang lumayan perlu kesabaran.
Tak banyak koleksi yang dibawa. Ada beberapa gulungan dan lembaran naskah kuno, keris pusaka, dan buku berjudul Wiralodra, tentang penguasa Indramayu abad ke-17. Akhirnya aku lebih banyak mengobrol dengan penjaga stan tersebut.
Museum yang berlokasi di Jalan Veteran 5 Lemahabang, Indramayu ini rupanya dulunya adalah rumah pejabat kolonial tahun 1890. Pada tahun 1958-1982 pernah digunakan sebagai Kantor Djawatan Penerangan. Lalu bangunan sempat mangkrak dan rusak parah.

Ini dia koleksi manuskripnya

Seperti apa membuat kertas daluang?
Lalu pada tahun 2022 telah menjadi milik Pemda Kabupaten Indramayu. Bangunan ini menjadi kemudian menjadi Museum Bandar Cimanuk yang dikelola Yayasan Indramayu Historia Indonesia.
Oh iya sebelumnya lokasi museum tidak di tempat tersebut, melainkan di gedung eks jawatan ibu dan anak. Museum Bandar Cimanuk dirintis sejak tahun 2005 oleh Komunitas Historia Indramayu, lalu ditetapkan jadi museum tahun 2015. Nah Komunitas Historia Indramayu menjadi Yayasan Indramayu Historia Indonesia pada tahun 2019.
Koleksi museum mencakup naskah kuno, benda pusaka, alat tradisional, koleksi batik, uang kuno, benda seni budaya, dan kartu pos tempo dulu. Juga ada foto-foto bangunan bersejarah di Indramayu, seperti Masjid Agung, pendopo, bangunan era kolonial, patok nol km, gudang Pecinan, bangunan kota lama Pecinan, dan Klenteng An Tjoeng Bio.
Dalam museum ini juga terdapat perpustakaan, ruang audio visual, mushola, area parkir, toilet, kedai galeri, dan koneksi internet Wifi. Museum ini tiket masuknya Rp5 ribu. Buka Selasa-Minggu pada pukul 09.00-17.00. Tutupnya pada hari Senin, hari besar Islam, dan hari libur nasional.
