Kucing-kucing Terlantar di Tamini

Kucing terlantarSuatu ketika aku singgah ke Anjungan Bali, Tamini. Aku lelah berjalan setelah ikut acara lari di sini. Tapi di sini aku merasa tak nyaman dengan pemandangan yang kulihat. Dadaku sesak melihat kucing yang tubuhnya kurus dan penuh luka. Duh kasihan si kucing, pasti dia kesakitan dan kelaparan. Aku menyesal saat itu tak membawa makanan apapun.

Ketika duduk-duduk di bale di anjungan tersebut, dua ekor kucing menghampiriku. Keduanya memiliki badan yang sangat tipis alias kurus. Duh apakah kucing-kucing di sini tak ada yang merawatnya. Sungguh kasihan.

Kucing yang putih memilih menghampiriku. Ia nampak manja kepadaku. Bau kucing tubuhku sehingga kucing-kucing liar suka mendekat dan mudah akrab denganku. Duh aku jadi menyesal tak membawa apapun. Roti pun tak ada.

Memang sih keberadaan kucing di tempat wisata jadi buah simalakama. Jika tak dikontrol maka bisa beranak pinak sekian banyaknya dan akan merepotkan. Bukan hanya dari segi jumlah kucing, tapi juga sanitasi. Setidaknya mereka dikumpulkan di penampungan dan dipelihara dengan baik, tidak dibiarkan seperti ini. Kurus, kurang makan dan ada yang penyakitan. Kasihan.

Aku jadi ingin menangis melihat mereka. Duh kalau ke sini lagi sepertinya aku perlu bawa makanan kucing. Apa karena jarang tempat makan ya mereka jadi susah cari makan?!

~ oleh dewipuspasari pada Desember 4, 2023.

4 Tanggapan to “Kucing-kucing Terlantar di Tamini”

  1. 😿 : Adopsi aku!

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan